KOTA SUKABUMI

Kota Sukabumi Semakin Bercahaya, Total Investasi Bertambah jadi Rp739 Miliar

×

Kota Sukabumi Semakin Bercahaya, Total Investasi Bertambah jadi Rp739 Miliar

Sebarkan artikel ini
PELAYANAN: Kondisi pelayanan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Kamis (18/9).

SUKABUMI – Sektor perdagangan dan jasa kembali menjadi penopang utama peningkatan investasi di Kota Sukabumi. Selama semester pertama tahun 2025, nilai investasi yang tercatat mencapai Rp131,35 miliar, sehingga menambah total investasi di Kota Sukabumi menjadi Rp739,69 miliar.

Penata Kelola Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Sukabumi, Cecep Iskandar mengatakan, capaian ini menunjukkan tren positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Bank bjb Tandamata

“Alhamdulillah, untuk penanaman modal tahun ini sudah mencapai target,” kata Cecep kepada wartawan, Kamis (18/9).

Menurutnya, peningkatan signifikan ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, semakin banyaknya pelaku usaha yang memahami pentingnya legalitas usaha. “Kedua, adanya penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang secara otomatis memperbesar modal usaha,” paparnya.

Cecep menilai pencapaian tersebut luar biasa, mengingat jumlah pelaku usaha di Kota Sukabumi tidak sebanyak di daerah lain. “Dengan pelaku usaha yang relatif sedikit, kenaikan signifikan ini menjadi hal yang membanggakan,” ucapnya.

Tak hanya mencatat angka investasi, DPMPTSP juga melaporkan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Selama Januari hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 3.614 pekerja terserap oleh berbagai sektor usaha.

“Hingga pertengahan 2025, Kota Sukabumi memiliki 6.150 unit usaha aktif. Rinciannya, 5.220 usaha mikro, 878 usaha kecil, 22 usaha menengah, serta 30 perusahaan besar yang terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnya.

Pihaknya, optimistis tren investasi akan terus meningkat hingga akhir tahun. “Dengan semakin baiknya kesadaran pelaku usaha terhadap perizinan, sektor perdagangan dan jasa diyakini masih akan menjadi motor penggerak utama roda ekonomi Kota Sukabumi,” tukasnya. (Bam)