Adapun inflasi year-to-date (y-to-d) dari Januari hingga Juni 2025 tercatat sebesar 1,97 persen. Beberapa kelompok pengeluaran lain yang turut mengalami kenaikan tahunan antara lain makanan, minuman, dan tembakau (5,32 persen); pendidikan (4,46 persen); rekreasi, olahraga, dan budaya (3,97 persen); kesehatan (3,22 persen); serta transportasi (1,14 persen).
“Data BPS menunjukkan bahwa komoditas yang dominan mendorong inflasi pada Juni 2025 antara lain beras, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, minyak goreng, serta emas perhiasan,” jelasnya.
Erni menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi bersama perangkat daerah terkait akan terus melakukan upaya pengendalian inflasi, melalui analisis potensi tekanan harga, pemantauan perkembangan harga, serta evaluasi atas dinamika perekonomian lokal.
“Upaya ini penting agar kestabilan harga dan keterjangkauan barang serta jasa bagi masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.(bam/d)






