Selain itu kata pria berkacamata ini, fenomena astronomis yang kedua adalah Rashdul Qiblat. Di mana akan terjadi pada hari Kamis, 27 Mei 2021, yaitu saat matahari akan melintas tepat di atas Kabah pada hari ini pukul 16.17 WIB. Nantinya, ketika matahari berada tepat di atas Kabah maka bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus dimanapun itu akan mengarah lurus ke arah Kabah.
“Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Istiwa `Adzom, Rashdul Qiblat atau Great Culmination,” jelasnya.
“Yaitu, metode pengamatan bayangan pada saat posisi matahari berada di atas Kabah atau ketika matahari berada di jalur yang menghubungkan antara Kabah dengan suatu tempat. Pada setiap tanggal 27/28 Mei dan tanggal 15/16 Juli, semua bayangan benda yang tegak lurus di permukaan bumi yang terkena sinar matahari akan menunjukkan arah kiblat,” sambungnya.
Menurut Deni, berdasarkan pada deklinasi matahari yaitu pergerakan matahari ke utara dan selatan bumi yang berubah setiap harinya, waktu rashdul qiblat dapat ditentukan, ketika posisi matahari ketika berada tepat di atas Kabah walaupun posisinya sedikit condong ke sebelah utara atau sebelah selatan Kabah. Peristiwa ini ditandai dengan adanya persamaan lintang Kabah yaitu 21° 25’ 20.9” dengan deklinasi matahari.
Untuk itu dirinya mengajak masyarakat untuk memperbaiki dan mengecek kembali (kalibrasi) arah kiblat masjid, rumah, makam maupun tempat umum lainnya.
“Rashdul Qiblat ini sangat tepat dan simple bagi kita untuk mengecek kembali arah kiblat di tempat kita, pengukurannya cukup menggunakan benda tegak lurus yang disinari oleh cahaya matahari pada sore hari ketika rahsdul kiblat,” imbuh dia. (*/bams/t)






