KOTA SUKABUMI

Kesetrum di Kota Sukabumi, Kuli Bangunan Asal Bogor Kritis

×

Kesetrum di Kota Sukabumi, Kuli Bangunan Asal Bogor Kritis

Sebarkan artikel ini
Kesetrum di Kota Sukabumi
Petugas dibantu pekerja lainnya saat mengevakuasi korban tersengat aliran listrik bertegangan tinggi di sebuah ruko di Jalan RA Kosasih Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Rabu (4/9).

CIKOLE – Nasib tragis dialami seorang tukang berinisial AS warga Bogor, saat hendak memasangkan banner di sebuah ruko di Jalan RA Kosasih Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi Rabu (4/9). Ia diduga tersengat aliran listrik bertegangan tinggi dan dinyatakan kritis dengan kondisi kulit melepuh.

Salah seorang warga sekitar yang melihat kejadian, Risman (24) mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu ada tiga pekerja yang sedang naik steger besi diduga hendak memasang banner di bangunan tempat les bimbingan belajar.

Bank bjb Tandamata

Menurutnya, korban tiba-tiba terkena percikan listrik yang keluar dari kabel di dekatnya Percikan tersebut cukup terlihat dari kejauhan, bahkan suaranya juga terdengar olehnya.

“Saya lihat seliwat. Di sini kelihatan ledakannya besar itu tuh lumayan soalnya ngaburinyai (memancar) listrik,” terang Risman kepada awak media di lokasi kejadian.

Ditambahkan dia, korban yang telah tersengat listrik langsung ditangkap oleh temannya. Kabel yang mengalami korsleting pun langsung dibuang oleh temannya.

“Iya langsung si kabelnya pas nyamber sama temannya langsung dibuang. Suara setrum gede kedengaran sampai sini,” ucapnya.

Sementara itu, proses evakuasi sendiri berlangsung dramatis oleh petugas Pemadam Kebakaran Kota Sukabumi. Korban terlihat terkulai lemas saat dievakuasi. “Saat proses evakuasi, kondisi korban terkulai lemas dan sebagian kulitnya melepuh seperti luka bakar.

Makanya juga gak keburu jatoh alhamdulillah, karena ada beberapa orang di atas yang kerjanya. Barusan ada laporan Alhamdulillah karena mungkin ada kedekatan yang pekerja tidak sampai ini (meninggal).

Emang korban udah kritis sampai kulitnya juga udah melepuh,” kata dia. Lebih lanjut, saat kejadian korban langsung dibantu dua temannya yang membantu pekerjaan.

“Yang kerja di atas ada tiga orang cuman dia yang kenanya (korban), kena satu. Yang dua orang Alhamdulillah selamat karena dia yang nolonginnya.

Korban agak kritis karena kulitnya melepuh. Badan sama tangannya udah melepuh, kulitnya udah jadi putih,” jelas dia.

Adapun proses evakuasi berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit oleh beberapa petugas pemadam kebakaran.

“Kalau proses evakuasinya lebih enak karena ini masih ada tangga jadi kita lewat grafika lantai satu dua. Alhamdulillah gak terlalu ribet, karena disana juga banyak pekerja,” terangnya.

Usai dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD R Syamsudin SH untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Saat ini korban mengalami luka yang cukup serius sekitar 40 persen dari bagian dada, paha dan bagian belakang. Kita sudah lakukan penanganan cepat dengan memberikan cairan agar tidak terjadi dehidrasi. Dan kita pun akan melakukan koordinasi dengan dokter spesialis jika harus dilakukan operasi,” kata Humas Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD Syamsudin, dr. Irfan Nugraha.

Sebenarnya sambung dia, penanganan setelah dibawa ke rumah sakit terbilang terlambat, untuk itu pihaknya melakukan penanganan agresif untuk meminimalisir hal-hal yang buruk yang dialami korban. (why)