Kerap Terjadi Gempa, BPBD Minta Warga Sukabumi Waspada

  • Whatsapp
Kepala pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani

SUKABUMI — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, meminta masyarakat untuk tetap waspada dan mengecek kondisi bangunan rumah karena baru-baru ini rentetan gempa bumi kerap terjadi hingga mengakibatkan satu unit rumah ambruk.

Kepala pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardani mengatakan, meskipun belum diketahui apakah rentetan gempa tersebut bisa memicu gempa yang lebih besar dari aktifitas sesar Cimandiri. Tetapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan warga harus lebih waspada.

Bacaan Lainnya

“Warga agar selalu rajin mengecek rumah dan lingkungan dengan memastikan bangunan rumah,” kata Imron kepada wartawan, belum lama ini.

Hal itu, lanjut Imron, agar dapat mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar ataupun terjadinya korban jiwa, mengingat Sukabumi termasuk wilayah rawan gempa.

“Karena sampai saat ini belum ada alat yang bisa memprediksi terjadinya bencana. Sebab itu, untuk mencegah segala kemungkinan warga harus tanggap apabila ada retak pada bangunan agar segera melakukan perbaikan untuk penguatan bangunan supaya tidak terjadi kerusakan yang lebih besar,” imbuhnya.

Imron menjelaskan, rentetan gempa yang terjadi di beberapa berlokasi, yakni di darat pada jarak 18 km Tenggara Kota Sukabumi pada kedalaman 10 kilometer, 7.11 LS – 106.93 BT (21 km Barat Daya Kota Sukabumi), Kedalaman 3 Kilometer, 7.11 LS – 106.93 BT (20 km Selatan Kota Sukabumi), Kedalam 4 Km dan 7.11 LS – 106.93 BT (21 km Barat daya Kota-Sukabumi), Kedalaman 3 Kilometer. “Sedangkan kekuatannya berkisar antara magnitudo 2,4 sampai 3,3. Jenis gempanya tektonik,” jelasnya.

Ia menambahkan, kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diakibatkan rentetan gempa tersebut.

Namun, dari kerusakan yang terjadi di Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, 4 September lalu menimbulkan kerugian kurang lebih Rp 57 juta.

“Sebagai upaya mitigasi gempa, BPBD akan terus menghimbau agar pemerintah, masyarakat dan swasta serius dalam mewujudkan bangunan aman gempa serta memahami cara sesaat saat terjadi gempa bumi karena Sukabumi merupakan wilayah rawan gempa,” pungkasnya. (bam/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *