KOTA SUKABUMI

Kemarau, Warga Kota Sukabumi Jangan Bakar Sampah Sembarangan

×

Kemarau, Warga Kota Sukabumi Jangan Bakar Sampah Sembarangan

Sebarkan artikel ini
kebakaran di Garasi Langgeng Jaya Kota Sukabumi
Sejumlah petugas Damkar Kota Sukabumi saat melakukan pemadaman kebakaran di Garasi Langgeng Jaya Kampung Sukawarna, Jalan Pelabuhan II RT5/1, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Minggu (20/8).

LEMBURSITU – Kebakaran lahan terjadi di Garasi Langgeng Jaya Kampung Sukawarna, Jalan Pelabuhan II RT5/1, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi,  Minggu (20/8).

Api yang cepat membesar itu nyaris melumat rumah milik warga yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Diduga, kebakaran tersebut berasal dari pembakaran sampah sehingga meluas membakar ilalang di sekitar garasi.

Bank bjb Tandamata

Kabid Penyelamatan dan Damkar pada Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Sukabumi, Ujang Rustiandi mengatakan petugas menerima laporan kebakaran dari warga sekira pukul 13.07 WIB dan petugas langsung melakukan pengecekan.

“Petugas bersama tiga unit kendaraan Damkar langsung berupaya melakukan pemadaman di area lahan tersebut,” kata Ujang kepada Radar Sukabumi, Minggu (20/8).

Adapun, lanjut Ujang, objek yang terbakar yakni lahan yang sudah dipenuhi ilalan dengan luas area kebakaran 2.500 meter persegi. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan aset terselamatkan yakni pemukiman warga,” ujarnya.

Pihaknya menduga, api berasal dari pembakaran sampah sehingga meluas membakar ilalang di lahan tersebut. “Beruntung petugas bersama warga cepat melakukan pemadaman api sehingga tidak sampai ke pemukiman,” cetusnya.

Atas kejadian itu, pihaknya meminta untuk tidak sembarangan membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan, terlebih disekitar ilalang maupun rumput kering.

Apalagi saat kondisi cuaca saat ini sedang kemarau, yang mengakibatkan api mudah menyebar pada barang-barang yang kering. “Kami menghimbau agar warga tetap waspada dengan potensi kebakaran yang dapat terjadi,” pungkasnya. (bam)