KOTA SUKABUMI

Kemarau, Tukang Gali Ketiban Rezeki

×

Kemarau, Tukang Gali Ketiban Rezeki

Sebarkan artikel ini

CIKOLE– Tukang gali sumur bor di Kecamatan Cikole Kota Sukabumi kebanjiran pesanan. Hal tersebut lantaran sebagian besar sumur warga mengalami kekeringan akibat musim kemarau akhir-akhir ini.

Seorang penggali sumur bor, Ece (60) mengaku, sejak dua bulan ini banyak keluhan warga yang sumurnya telah keringan, mereka meminta untuk dibuatkan sumur baru atau memperdalam sumur bornya.

Bank bjb Tandamata

“Untuk bulan Juli ini saja, sudah mengerjakan empat pembuatan sumur bor baru dan ada juga yang memperdalam sumur bor,” ujar Ece kepada Radar Sukabumi, belum lama ini.

Ia mengaku, musim kemarau ini menjadi rezeki tersendiri bagi dirinya dan rekan. Sebab, dalam sebulan permintaan pembuatan dan memperdalam sumur bor semakin banyak, sehingga jarang ada waktu untuk beristirahat.

Ece menuturkan, dalam pembuatan sumur bor baru, dirinya hanya bisa membuat satu sumur dalam jangka waktu dua sampai tujuh hari tergantung kondisi tanah. Ia pun hanya dibantu satu orang rekannya dalam pembuatan sumur bor baru tersebut.

“Ya, kalau tanahnya bagus, dua hari selesai. Tapi kalau banyak batu bisa sampai tujuh hari dengan kedalaman 10 sampai 12 meter. Sebab kita pecahkan batunya dulu, baru bor lagi,” terang Ece yang sudah hampir 30 tahun menjadi penggali sumur bor.

Ia menambahkan, untuk pembuatatan satu sumur bor, dirinya mematok harga rata-rata Rp 2 juta. Harga tersebut pun bisa bertambah, jika pembuatan sumur membutuhkan penggalian yang lebih dalam atau dengan kondisi tanah yang banyak bebatuan.

“Biasanya dua perak (Rp 2 juta) untuk satu lubang untuk penggalian normal, 10 sampai 12 meter. Tapi kalau sampai belasan atau puluhan meter, harganya beda lagi,” tambahnya.

Ece berharap, banyaknya permintaan pembuatan sumur bor semakin banyak, sehingga bisa menghidupi keluarganya. “Ya, kalau pun sepi permintaan, saya suka perbaiki mesin pompa yang rusak atau jual-beli,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga Gang Limus Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole, Yuli (50) mengaku terpaksa membuat sumur bor baru. Sebab, sudah beberapa hari terakhir ini kesulitan air.

“Ya mau gimana lagi, air di rumah sudah kering karena banyak yang pakai. Jadi terpaksa membuat yang baru dengan kedalaman yang lebih,” pungkasnya. (why)