“Proses pemulihan terhadap korban maupun pelaku dan saksi memang tidak bisa cepat, karena memang secara sikologis mereka cukup terpukul. Bahkan, P2TP2A hingga kini masih melakukan bimbingan dan konselaing terhadap korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh Emon,” cerita Joko.
Pada peringatan hari anak nasional yang digelar di Surabaya ini, pemerintah Kota Sukabumi kembali mendapat penghargaan kota layak anak.
Hal itu menunjukan, pembangunan di Kota Sukabumi masih mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk pemenuhan hak-hak anak.
“Alhamdulillah, tahun ini Kota Sukabumi kembali meraih Kota Layak Anak (KLA). Tentunya, P2TP2A masih menjadi kluster perlindungan anak sebagai lembaga yang fokus akan hal itu,” pungkasnya.
(cr15/t)





