DATA COVID-19 Update : 31 Maret 2020 pukul 16.00 WIB
Kasus PositifMeninggalSembuh
DKI Jakarta

747

83

48

Jawa Barat

198

21

11

Indonesia

1.528

136

81

Dunia (202 Negara)697.24333.257
KOTA SUKABUMI

Keimigrasian Sukabumi Sosialisasi Kesiapsiagaan Cegah Penyebaran Virus Corona

SUKABUMI – Dalam meminimalisir penyebaran cirus corona yang kini tengah mewabah di Cina, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi akan bekerjasama dengan lembaga terkait untuk melakukan sosialisasi kepada sejumlah perusahaan yang memperkerjakan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina.

Berdasarkan data yang tercata di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, saat ini terdapat ratusan TKA asal Tiongkok yang tengah berada di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi. Yakni, 92 WNA Tiongkok di Kabupaten Cianjur, 143 WNA Tiongkok di Kabupaten Sukabumi dan empat WNA Tiongkok di Kota Sukabumi.

“Namun, dari tiga wilayah ini, memang paling banyak WNA Tiongkok berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Jadi, mereka datang ke Sukabumi ini untuk bekerja di sejumlah perusahaan industri yang berada di wilayah Sukabumi,” kata Kepala Kantor Keimigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Nurudin melalui Humas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, Adi Heryadi kepada Radar Sukabumi.

Untuk itu, sejumlah perusahaan, Dinas Kesehatan dan Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Kabupaten Sukabumi dan pengawas Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat, diundang untuk menyampaikan sosialisasi keimigrasian soal kesiapsiagaan upaya pencegahan penyebaran virius corona.

“Ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada setiap perusahaan terkait seputar kewenangan keimigrasian dalam mengantisipasi penyebaran virus yang mematikan itu,” paparnya.

Pihaknya mengaku, saat ini belum ditemukan TKA asal Tiongkok yang bekerja di Sukabumi telah terserang virus corona. Meski demikian, pihaknya terus tetap mewaspadai penyebaran virus tersebut dengan melakukan berbagai upaya.

Loading...

Seperti sosialisasi, pengawasan intensif dan menerapkan Peraturan Mentri Hukum dan HAM RI Nomor 3 tahun 2020 tentang penghentian sementara bebas visa kunjungan dan pemberian izin tinggal keadaan terpaksa bagi warga negara republik rakyat Tiongkok yang diberlakukan sejak tanggal 5 Februari 2020.

“Ini merupakan langkah kita untuk membantu menghentikan penyebaran virus corona dengan cara tidak memberikan izin agar tidak keluar dari Indonesia kemudian masuk ke daerah yang tengah mewabah virus tersebut,” paparnya.

Untuk itu, seluruh warga Sukabumi diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan pemerintah, bahwa WNA yang tinggal 14 hari lebih lama sebelum munculnya adanya virus corona mewabah, dipastikan aman dan sehat.

Terlebih lagi, substansi Peraturan Menteri tersebut adalah penghentian sementara pemberian visa kunjungan dan visa bagi warga neraga republik rakyat Tiongkok serta orang asing dari republik rakyat Tiongkok.

“Iya, intinya semua orang asing yang pernah berada di wilayah republik rakyat Tiongkok dalam kurun 14 hari sebelum masuk wilayah republik Indonesia, maka kepada orang tersebut baik ia baru pertama kali masuk ke wilayah Indonesia dengan memanfaatkan bebas visa atau visa kunjungan atau orang yang sudah berada di Indonesia, maka tidak bisa masuk ke wilayah Indonesia per tanggal 5 Februari 2020 sampai dengan waktu yang belum ditentukan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Agus Ernawan mengatakan, Disnakertrans Kabupaten Sukabumi sangat mengapresiasi terkait sikap Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi yang telah berupaya maksimal untuk meminimalisir penyebaran virus corona.

“Meksi dalam hal pengawasan orang asing maupun perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi ini, bukan kewenangan dari Disnakertans. Tetapi, kami sangat mensuportnya dan sependapat apa yang sudah disampaikan oleh Pengawas Disnakertrans Propinsi Jawa Barat, terkait TKA yang berada di perusahaan Sukabumi,” pungkasnya. (Den)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button