9 WNA Asal China Terombang-ambing di Lautt Sukabumi, Terancam Dideportasi

Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi Daud Satrya Bhirawa
Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi Daud Satrya Bhirawa

SUKABUMI – Sembilan orang Warga Negara Asing (WNA) asal China yang ditemukan Satuan Polairud di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kini tengah menjalani pemeriksaan secara intensif di Kantor Imigrasi Kelas II Non-Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Sukabumi.

Kepala Kantor Imigrasi Sukabumi Daud Satrya Bhirawa kepada Radar Sukabumi mengatakan, pada Sabtu 15 Juni 2024 sekira pukul 15.00 WIB, pihak Polres Sukabumi telah menghubungi personil Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Sukabumi, bahwa Polres Sukabumi telah memperoleh informasi dari nelayan setempat yang sedang melaut, bahwa mereka melihat sebuah kapal yang bermasalah dan akan karam.

Bacaan Lainnya

“Iya, itu lokasinya diperairan dengan jarak sekitar 40 mil dari Perairan Palabuhanratu,” kata Daud kepada Radar Sukabumi pada Jumat (21/06).

Pada kapal tersebut, sambung Daud, terdapat sekelompok orang asing. Nelayan memindahkan orang tersebut ke perahu nelayan. Setelah itu, pihak Polres Sukabumi mendatangi lokasi dan membawa 12 orang tersebut ke darat, lalu kemudian membawa ke Kantor Polres Sukabumi untuk di tangani lebih lanjut.

“Satu orang personil Inteldakim atas nama M. Sudrajat berkoordinasi dan turut hadir di kantor Polres Sukabumi,” paparnya.

Dari pemeriksaan awal diperoleh informasi bahwa ke-9 WNA tersebut adalah pemegang paspor China dengan menggunakan visa kunjungan saat kedatangan. Sementara, tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut, berinisial LOS,LA dan LJ. Sedangkan 9 WNA asal China tersebut, berinisal YZ, JM, ZS, LZ, ZL, LS, DG, DG dan ZW.

“Jadi, jumlah WNA-nya itu ada 9 orang, mereka pemegang paspor Cina dan menggunakan visa kunjungan dan ada tiga orang warga Indonesia, tapi kita kan imigrasi concern-nya ke WNA-nya. Tiga orang Indonesia itu, merupakan warga Sulteng,” paparnya.

“Dari 9 WNA itu, dua orang diataranya mereka bekerja di bidang restoran di Cina. Datang ke sini tujuannya memang liburan wisata. Sementara, untuk usianya bervariasi, untuk usia muda 25 tahun dan usia diatasnya 62 tahun yah,” imbuhnya.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, ke sembilan WNA ini, talah masuk ke Indonesia melalui Ngurah Rai dan Soekarno Hatta dengan tujuan wisata dan bisnis. “Ternyata, mereka melakukan kegiatan itu lah menyeberang menuju ke tadinya mau ke Pulau Hoga Sulawesi tempat wisata dari Kendari,” timpalnya.

“Memang kita pemeriksaan masih intensif lah gitu, untuk sementara gitu jadi yang kita dapat dari pemeriksaan sementara ini, mereka tujuannya mau ke Pulau Hoga Sulawesi, untuk tujuan wisata. Namun di saat di tengah laut itu bermasalah lah mesin kapalnya itu, akhirnya mereka terombang-ambing dan sampai di perairan Pelabuhanratu ini,” tukasnya.

Pada saat di perarairan Pelabuhanratu, mereka ditemukan oleh nelayan. Karena terdapat orang asing, akhirnya nelayan berinisiatif melaporkan ke Polres Sukabumi dan dari Polres Sukabumi, akhirnya turun ke lokasi karena mesin kapalnyanya rusak.

“Akhirnya mereka dibawa ke kantor Polres Sukabumi, setelah itu dari Polres Sukabumi berkoordinasi dengan kita untuk menyerahkan WNA tersebut ke kita. Nah, saat ini masih dalam pemeriksaan,” paparnya.

Pemeriksaan ini, kata Daud, sangat penting dilakukan, untuk memastikan tujuan mereka naik kapal tersebut, benar hendak ke Pulau Hoga atau ada tujuan yang lain. Apabila pemeriksaan lengkap tergambar seluruhnya, baru Kantor Imigrasi Sukabumi melakukan tindakan selanjutnya.

“Kalau mereka memang ditemukan ada pelanggaran keimigrasian, ya kita deportasi. Kita ada tindakan administratif dideportasi. Potensi dideportasi ada, tapi ya kita belum bisa menyimpulkan 100 persen sekarang,” pungkasnya. (Den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *