SUKABUMI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi mewanti-wanti warga agar lebih waspada terhadap penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, saat musim hujan banyak air yang menggenang sehingga dapat berpotensi menjadi tempat berkembangnya jentik nyamuka.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Sukabumi, Drg Wita Darmawanti mengatakan, kasus DBD hingga saat ini masih menghantui. Terbukti, selama Oktober 2024 terdapat sebanyak 72 kasus DBD. “Memasuki musim hujan pasti rawan DBD, karena memang banyak air menggenang di tempat yang terkadang tidak disadari menjadi tempat penampungan air,” kata Wita kepada Radar Sukabumi, Rabu (13/11).
Wita menerangkan, jumlah kasus DBD pada Oktober 2024 terdapat sebanyak 72 kasus. Angka ini, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan September 2024 lalu yang jumlahnya mencapai 88 kasus. “Alhamdulillah pada Oktober mengalami sedikit penurunan. Meski demikian, warga harus tetap waspada,” terangnya.
Ia menerangkan, genangan air hujan bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti yang merupakan penyebab DBD.
“Sebab itu, kami terus berupaya melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan, terkait penyakit yang harus diwaspadai saat musim penghujan ini. Upaya yang kita lakukan yaitu Promosi Kesehatan (Promkes) dan edukasi. Pelayanan kesehatan tetap siap,” ucapnya.






