KOTA SUKABUMI

Kasus Covid-19 di Kota Sukabumi Diklaim Masih Terkendali, Jelang Tahun 2022

×

Kasus Covid-19 di Kota Sukabumi Diklaim Masih Terkendali, Jelang Tahun 2022

Sebarkan artikel ini
Wahyu Hardiana
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Sukabumi, Wahyu Hardiana

CIKOLE– Kasus Covid-19 di Kota Sukabumi menjelang akhir tahun 2021 dinilai sudah mulai terkendali. Bahkan jumlah penambahan nya pun mengalami penurunan sejak beberapa bulan terakhir.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana menjelaskan, tahun 2021 ini kasus Covid-19 di Kota Sukabumi pernah mengalami puncak nya pada, Juni,Juli, hingga Agustus lalu.

Bank bjb Tandamata

Bahkan, pada Juli sempat mengalami penambahan kasus 100 pasien dalam sehari dan 1000 penambahan dalam sebulannya.

Kemudian mengalami penurunan di Agustus yang hanya mencapai 500 penambahan pasien Covid-19 dalam satu bulannya. Kondisi tersebut terus melandai hingga di Desember ini.

“Kasusnya terus melandai, hingga sampai saat ini kosong atau tanpa penambahan kasus,”ujar dia, saat dihubungi melalui sambungan selullar, belum lama ini

Wahyu menyebutkan, saat ini kondisi Covid-19 di Kota Sukabumi sudah bisa disebutkan terkendali.

Hal tersebut seiring dengan tingginya capaian vaksinasi yang sudah mencapai 95,44 persen untuk umum dan 66,01 persen capaian vaksinasi untuk masyarakat lanjut usia (lansia).

“Covid-19 di Kota Sukabumi mulai terkendali dan capaian vaksinasi sudah melebihi target yang ditetapkan secara nasional,”katanya.

Menurut Wahyu, saat ini kekebalan kelompok atau lebih dikenal dengan herd immunity dari virus korona di Kota Sukabumi sudah mulai terbentuk.

Sehingga, risiko penularan nya pun menurun. “Dari hitungan kita kondisinya sudah mulai terbentuk herd immunity,”katanya.

Kendati demikian, Wahyu tetap mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tetap menjalankan 5M yaitu, mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Kami juga mengingatkan agar saat perayaan tahun baru nanti tidak melaksanakan kegiatan berkumpul yang bersifat masif, karena mungkin saja bisa membawa virus varian baru,”pungkasnya. (bal)