Kasus Bocah Tertusuk Pisau Murni Kecelakaan

TKP: Anggota kepolisian bersama keluarga korban menunjukan lokasi tertusuknya Renava Salisa Putri (9) oleh pisau yang dibawanya saat sedang bermain masak-masakan. WAHYU/RADARSUKABUMI

CIKOLE, RADARSUKABUMI.com— Kasus Renava Salisa Putri (9), bocah perempuan yang meninggal dunia akibat tertusuk pisau dibagian leher merupakan murni kecelakaan. Hal tersebut diungkapkan langsung Kapolsek Cikole, Kompol Musimin. Bahkan dalam peristiwa ini pihak keluarga enggan melakukan autopsi dan menuliskan pernyataan. “Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dan menganggap insiden itu karena kecelakaan pada saat korban sedang bermain. Mereka juga tidak mau dilakukan autopsi jasad korban. Ayah kandung korban kemudian membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi juga, tidak akan menuntut siapapun atas kejadian yang dialami,” terang Musimin, kemarin (8/7). Korban sendiri merupakan warga RT1/10 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole.

Dari hasil keterangan yang didapatkan di lapangan, Korban, memang meninggal dunia akibat terpeleset dan pisau yang dibawanya menancap ke leher. Keterangan tersebut didapatkan dari beberapa saksi yang melihat kejadian, diantaranya para teman korban. “Teman seusia korban bercerita, almarhum membawa pisau saat akan bermain di area kebun pisang yang menurut warga lokasi proyek perumahan. Saat akan menaiki pematang sawah korban terjatuh dan pisau yang dibawanya menancap di bagian leher,” terangnya Musimin.
Melihat kejadian itu, teman korban berlari ke rumah korban untuk meminta tolong. Saat itu kakak ketiga korban Muhammad Falahardi yang berada di rumah bergegas mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, kakek korban, Tjeje Surjana (72) membenarkan hal tersebut. Lima menit sebelum kejadian, Muhammad Falahardi sempat menyuruh pulang korban. Kebetulan sebelum kejadian dirinya sedang memotong kayu tidak jauh dari lokasi. “Tahu-tahu dia (kroban) sudah bermain bersama teman-temannya, katanya masak-masakan. Tidak lama kemudian sekitar pukul 15.00 WIB ramai kabar cucu saya jatuh terpeleset lalu tertusuk pisau,” tambah Tjeje.

Tidak lama setelah mendengar kabar itu, kakak ketiga korban, Muhammad Falahardi, bergegas ke lapangan. Ia panik sambil menggendong sang adik. Kondisi korban mengeluarkan banyak darah dari lehernya. “Kondisi pisau katanya sudah dicabut sendiri oleh cucu saya itu, yang ada hanya lubang bekas tancapan ukurannya cukup besar di leher,” tambahnya dengan nada lirih.
Korban sendiri meninggal dipangkuan kakaknya saat akan memasuki gerbang RSUD R Syamsudin SH. Kemarin (8/7), jasad putri ke empat dari lima bersaudara pasangan suami-istri, Samsul Sulaeman dan Devi Andriyani, itu dimakamkan di TPU Babakan Jampang yang jaraknya 200 meter dari rumah duka.

Sementara itu, mendengar kejadian yang dialami warganya, Walikota Sukabumi langsung meninjau lokasi. Fahmi bersama unsur kecamatan dan kelurahan sempat menyolatkan jenazah Renava Salisa Putri (9) dan menyambangi rumah duka. Orang nomor satu di Kota Sukabumi itu pun sempat mengucapkan belasungkawa dan menenangkan ibu korban yang masih syok dengan kejadian tersebut. “Kami menghimbau kepada orangtua, agar lebih waspada dan hati-hati untuk menyimpan alat-alat yang membahayakan. Dalam hal ini Saya mewakili pemerintah daerah mengucapkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga korban menjadi ahli surga,” ujar Fahmi disela-sela kunjungan ke rumah duka.

(why)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan