KOTA SUKABUMI

Kaligrafi Lemka Sampai ke Malaysia

×

Kaligrafi Lemka Sampai ke Malaysia

Sebarkan artikel ini

Ungkapan di dalam kaligrafi yang dipesan itu, mengandung makna tentang kebudayaan dan etika. “Yang paling banyak pesananan menulis untuk dekorasi gedung seperti masjid itu terus tanpa henti, sekarang di Kuningan sedang ditulis sampai ke Malaysia juga ada,”katanya.

Untuk menghasilkan karya, santri-santri biasanya menghabiskan waktu 3-4 hari untuk menjadikan sebuah karya kaligrafi. Bahkan seiap bulan, bisa menghasilkan lebih dari 150 karya dalam bentuk kontemporer, lukis mushaf Al Quran dan ada juga dekorasi berukuran besar.

Bank bjb Tandamata

Muhammad Dedi Setiawan, salah satu pengajar di Pesantren Lemka menambahkan, selain menghasilkan karya. Santri-santri Lemka belajar dengan pembagian waktu yang berbeda.

”Kalau waktu dari jam 09.00 sampai 11.00 WIB itu proses ngajar-mengajar secara resmi materi pokok huruf,”terangnya.

Dilanjutkan dengan lukis. “Ada waktu-waktu lain seperti hari Minggu, itu lebih kepada peningkatan keterampilan dan kreativitas,”ulasnya.
Kemudian ada lagi waktu-waktu tertentu, untuk mengkaji atau diskusi.

Selama di pesantren, ungkap Dedi, para santri diberikan materi pembinaan kaligrafi seperti tujuh macam khat atau tulisan yakni Naskah, Tsuluts, Farisi, Diwani, Kufi, Riqah dan Diwani Jali. Dari tujuh khat ini, kata dia, ada materi pengembangan yakni cabang hiasan mushaf yang sering digunakan untuk cover Al Quran.
“Alhamdulillah kami memiliki sebanyak 37 pengajar resmi dan 47 santri senior,”urainya. (Cr18/t)