KOTA SUKABUMI

Walikota Sukabumi Geram, Motor Masuk Lintasan Lari

×

Walikota Sukabumi Geram, Motor Masuk Lintasan Lari

Sebarkan artikel ini
motornya di atas lintasan lari Lapang Merdeka
Salah seorang pemuda sedang berfoto dengan motornya di atas lintasan lari Lapang Merdeka

CIKOLE— Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi geram terkait beredarnya foto seorang remaja dengan menaiki sepeda motor di atas lintasan lari Lapang Merdeka Kota Sukabumi.

Orang nomor satu di Kota Sukabumi itu pun merasa aneh dengan tingkah remaja tersebut, padahal pihaknya sudah jauh-jauh hari memberikan peringatan hingga memasang rambu-rambu sesuai peruntukannya.

Bank bjb Tandamata

“Ya nggak boleh, kan sepeda saja gak boleh. Sepatu roda saja sudah gak boleh. Ini tiba-tiba motor, kan aneh,” ucap Walikota Sukabumi Achamd Fahmi kepada awak Media Senin (28/3)

Walikota pun akan akan berkordinasi dengan pihak Satpol PP untuk dilakukannya pengawasan yang lebih ketat serta antisipasi terjadinya hal serupa, tentunya hal tersebut menjadi pekerjaan yang harus menjadi perhatian khusus.

“Bisa jadi memang cari popularitas supaya viral. Namun, kita tetap lakukan pengawasan. Kita tahun tidak setiap saat petugas stand by di lokasi, untuk itu harus ada peran masayarakat dalam menjaga fasilitas umum ini,”katanya.

Di tempat terpisah Kepala Bidang Penegakkan Perda Dinas Satpol PP dan Damkar Kota Sukabumi, Heri Sihombing menegaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini pihaknya akan memanggil yang bersangkutan setelah informasi terkumpul. Sebab, aksi tidak terpuji tersebut menjadi contoh tidak baik bagi warga lainnya.

“Kita akan kumpulkan informasinya, yang jelas kita akan panggil supaya ada pembelajaran. Karena disitu sudah ada penegasan, ini jalur track, ini bukan untuk sepatu roda, sepeda apalagi motor, kan sudah terbagi.

Sayangnya itu faktor ketidaktahuan atau faktor kesengajaan. Nah itu yang  perlu didalami,” tegasnya.

Heri mengaku, pihaknya merutinkan pengawasan di berbagai lokasi termasuk Lapang Merdeka dan Alun-alun Kota Sukabumi dengan melakukan patroli dan himbauan.

Namun sambung dia, ada saja oknum-oknum masyarakat yang selalu melakukan hal-hal yang kurang terpuji.

“Kegiatan pemantauan lokasi yang kami contoh alun-alun karena ada aturan main yang tidak boleh dilanggar.

Apa yang kita lakukan?

Pertama seperti mengawasi aturan disitu seperti tidak boleh berdagang, kita giring. Apabila ada yang merokok kita amankan.

Kita selalu wawar juga, saya pikir kembali kepada individu masing-masing kalau hanya sekedar wawar tanpa diserap individu saya pikir bohong,” pungkasnya. (cr1/t)