SUKABUMI – Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Sukabumi kembali mencatatkan lonjakan impresif. Hasil pengukuran periode Juli–September 2025 menunjukkan angka 91,36, masuk kategori sangat tinggi. Capaian ini dipaparkan dalam ekspose hasil pendataan perpustakaan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi, Selasa (9/12).
Sebagai perbandingan, IPLM Sukabumi pada 2023 berada di angka 82,15 dan meningkat menjadi 87,81 pada 2024. Lonjakan beruntun ini menegaskan bahwa program literasi di Kota Sukabumi bukan sekadar formalitas, melainkan membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menilai peningkatan ini harus menjadi batu loncatan menuju target lebih besar. Pemkot berencana dalam lima tahun ke depan memperkaya perpustakaan dengan arsip lengkap sejarah Kota Sukabumi, menjadikannya pusat data terpadu.
“Data Kota Sukabumi dari tempo dulu sampai sekarang harus ada di perpustakaan. Arsip itu nanti bukan di balai kota, tapi di sini. Kita akan programkan dalam lima tahun ke depan,” jelas Ayep.
Ayep juga mengapresiasi jajaran Dispusipda yang berhasil mendorong Kota Sukabumi masuk peringkat dua se-Jawa Barat dalam indeks literasi. Namun ia menegaskan capaian itu belum cukup.






