KOTA SUKABUMI

Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu Tempe Pilih Tak Produksi

×

Harga Kedelai Meroket, Pengusaha Tahu Tempe Pilih Tak Produksi

Sebarkan artikel ini
Pengusaha Tahu Kuring Sukabumi di Jalan Letda T Asmita RT2/RW2, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang.

SUKABUMI — Melambungnya harga kedelai membuat sejumlah pengusaha tahu dan tempe di Kota Sukabumi, menjerit. Bahkan, pengusaha yang tergabung dalam Paguyuban Tahu dan Tempe Jawa Barat berencana meliburkan produksi dan jualan terhitung Jumat (28/5) hingga Minggu (30/5) mendatang.

Salah seorang pengusaha Tahu Kuring Sukabumi di Jalan Letda T Asmita RT2/RW2, Kelurahan Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Ali Rahman Al Fariz mengatakan, sejak beberapa waktu terakhir ini harga kedelai merangkak naik dari Rp9.700 menjadi Rp10.700 perkilogram.

Bank bjb Tandamata

Otomatis, peningkatan harga kedelai ini berdampak terhadap para pengusaha tahu dan tempa karena bahan bakunya menggunakan kedelai. “Ya, harga kedelai normalnya di kisaran Rp9.700 perkilogram. Sedangkan, harganya saat ini naik Rp1.000,” kata Ali kepada Radar Sukabumi, Kamis (27/5).

Dengan adanya peningkatan harga ini, lanjut Ali, sangat berdampak terhadap merosotnya penghasilan perusahaan hingga Rp32.000.000 perbulannya. “Ya, saat ini penghasilan berkurang sampai Rp32.000.000 perbulannya. Makanya, Paguyuban Tahu dan Tempe Jawa Barat memutuskan untuk berhenti beroperasi selama dua sampai tiga hari,” ujarnya.

Menurutnya, perusahaan Tahu Kuring Sukabumi sudah berusaha menyiasati kenaikan harga kedelai ini dengan cara mengurangi biaya transportasi. Semisal, bisanya mengeluarkan Rp100.000 saat ini di kurangi Rp50.000.

“Karena kalau mengurangi ukuran tahu itu tidak mungkin. Sehingga kami terpaksa mengurangi biaya transportasi dan mengurangi olahan tahu sehingga tidak terlalu banyak,” paparnya.

Pihaknya meminta, pemerintah dapat cepat respon menanggapi keluhan para pelaku usaha tahu dan tempe ini. Salah satunya, dengan menekan tingginya harga bahan baku tahu dan tempe saat ini.

“Kami minta pemerintah segera menekan kenaikan harga kedelai ini karena memang sangat berdampak terhadap para pengusaha,” pungkasnya. (bam/t)