SUKABUMI — Festival Karya Pendidikan 2025 yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) Gemilang Kecamatan Citamiang, menjadi sorotan, bukan hanya karena kreativitas para guru, tetapi juga pernyataan tegas Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana. Saat membuka acara yang digelar di Aula SMAN 1 Kota Sukabumi, Bobby menantang para guru untuk siap menjadi benteng utama menghadapi derasnya arus media sosial dan kecerdasan buatan (AI).
“Media sosial dan AI sudah tidak bisa dibendung. Tantangannya besar, tapi justru di sinilah peran guru sangat krusial. Jangan biarkan siswa tenggelam tanpa kendali. Guru harus hadir, mengawal mereka agar bisa memanfaatkan teknologi secara bijak dan etis,” ungkap Bobby kepada wartawan, Senin (26/5).
Ia menyoroti, fenomena pelajar yang kian aktif di dunia maya, namun kerap tanpa bimbingan yang cukup. Menurutnya, tanpa literasi digital yang memadai, media sosial bisa menjadi ruang yang merusak mental dan moral generasi muda. Sebab itu, komunikasi antara guru dan siswa dibangun lebih kuat dan terbuka, sehingga ruang dialog tetap terjaga di tengah derasnya interaksi digital.
“Jangan hanya fokus pada nilai akademis. Kita juga harus membentuk karakter. Sosial media bisa jadi ruang ekspresi, tapi kalau tanpa etika, justru jadi bumerang. Karena itu, pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan era modern,” tambahnya.






