“Keputusan untuk mengikuti atau tidak tetap di tangan masyarakat. Pemerintah tidak memaksa, tetapi mendorong agar warga lebih mengutamakan produk lokal dan produk umat,” jelasnya.
Ia menilai, gerakan ini bukan hanya bentuk solidaritas terhadap Palestina, tetapi juga peluang untuk memperkuat ekonomi nasional melalui konsumsi produk dalam negeri.
“Gerakan ini bisa menjadi langkah nyata untuk memperkuat ekonomi bangsa sekaligus menunjukkan solidaritas kita terhadap perjuangan rakyat Palestina,” pungkas Bobby.(bam/d)






