Rinaldy juga memastikan bahwa monitoring akan terus dilakukan secara berkala, baik selama proses pembangunan maupun setelah sistem beroperasi. “Kami ingin memastikan tidak ada kebocoran, penyumbatan, atau gangguan teknis yang bisa menghambat pasokan air,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur air minum bukan sekadar soal jaringan pipa, tetapi juga menyangkut kualitas, keamanan, dan keberlanjutan layanan. Oleh karena itu, seluruh tahapan mulai dari perencanaan hingga implementasi harus dilakukan secara presisi dan akuntabel.
“Dengan pengawasan ketat dan pelaksanaan yang terukur, kami berharap masyarakat Citamiang segera menikmati layanan air bersih yang layak konsumsi dan berfungsi optimal,” pungkasnya.(bam/d)






