KOTA SUKABUMI

DLH Kota Sukabumi Terima 11 Aduan Pencemaran Lingkungan

×

DLH Kota Sukabumi Terima 11 Aduan Pencemaran Lingkungan

Sebarkan artikel ini
DLH Kota Sukabumi Pencemaran Lingkungan
Petugas DLH Kota Sukabumi saat melakukan peninjauan lapangan

SUKABUMI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi, merespon cepat aduan masyarakat terkait indikasi pencemaran lingkungan.

Berdasarkan data yang tercatat, selama Januari hingga September 2024 terdapat 11 aduan yang masuk kepada DLHKota Sukabumi dan semua telah ditindaklanjuti.

Bank bjb Tandamata

“Dari jumlah 11 aduan yang telah ditindaklanjuti, satu aduan dinyatakan tidak terbukti bukan dugaan pencemaran,” ungkap Kepala Bidang P4LH pada DLH Kota Sukabumi, Rizan Junistiar di dampingi Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup Akhbarona Fauzan kepada wartawan, Rabu (2/10).

Lanjut Rizan, masyarakat mengadu tidak hanya datang ke kantor DLH Kota Sukabumi tetapi ada yang melalui kantor kelurahan, media sosial maupun ke pelayanan MPP (Mall Pelayanan Publik). “Alhamdulillah semua aduan masyarakat sudah kami tindaklanjuti dan tuntaskan semua, bahkan pihak pelapor juga mengetahui hasil tindak lanjut kami,” bebernya.

Aduan masyarakat ini, sambung Rizan, hampir rata-rata terkait limbah industri yang dihasilkan dari para pelaku usaha kecil atau Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Kendati demikian, respon para pelaku usaha tersebut dinilai baik dan komperatif ketika petugas melakukan penijauan.

“Mereka respon baik dan koperatif, setelah kita datangi dan verifikasi ke lapangan sampai membuat berita acara dan surat teguran. Selanjutnya surat rekomendasi kita serahkan kepada pihak yang diadukan, ada batas waktu untuk yang diadukan memenuhi kebutuhan berdasarkan rekomendasi,” ungkapnya.

Dalam melakukan verifikasi ke lapangan, DLH Kota Sukabumi juga melibatkan perangkat daerah lainnya seperti DKP3 khususnya dipenyuluh perikanan, karena aduan masyarakat tentang pencemaran lingkungan ada indikasi ikan-ikan mati karena pencemaran tersebut.

“Karena memang, yang lebih mengerti teman-teman dari DKP3 Kota Sukabumi, apakah ikan-ikan mati itu karena limbah industri, atau karena aliran sungai yang sudah tercemar,” tukasnya. (Bam)