SUKABUMI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, resmi mengelola Layanan Internet Satu Pintu sebagai langkah strategis mewujudkan tata kelola jaringan teknologi informasi yang terintegrasi, efisien, dan terkendali. Kebijakan ini, sekaligus menjadi bagian dari percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.
Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Endah Aruni mengatakan, layanan tersebut merupakan implementasi dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), integrasi jaringan dan aplikasi, serta upaya efisiensi agar penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.
“Layanan Internet Satu Pintu ini bukan sekadar penggabungan jaringan, tetapi bagian dari transformasi digital yang terstruktur. Kami ingin pengelolaan jaringan IT lebih terintegrasi, efisien, dan terkendali, sekaligus meningkatkan kualitas layanan digital di seluruh perangkat daerah,” kata Endah kepada wartawan.
Program ini, lanjut Endah, mencakup 31 perangkat daerah, 33 kelurahan, dan 18 Unit Pelaksana Teknis (UPT). “Dengan sistem terpusat, pengelolaan jaringan internet kini berada dalam satu kendali Diskominfo, sehingga pengawasan, keamanan, dan optimalisasi jaringan dapat dilakukan lebih maksimal,” ujarnya.
Endah menegaskan, lokakarya tersebut menjadi bagian penting dari penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola jaringan internet secara optimal. Seiring dengan penerapan sistem terintegrasi, kesiapan dan pemahaman SDM menjadi kunci keberhasilan program.
“Peserta yang berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah mendapatkan materi terkait arsitektur jaringan pemerintah terintegrasi, optimalisasi manajemen jaringan IT, hingga teknik pemantauan dan penanganan gangguan jaringan,” paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki mengungkapkan, penerapan Layanan Internet Satu Pintu berhasil menciptakan efisiensi anggaran pembayaran jaringan internet hingga mencapai Rp1,6 miliar. Dana hasil efisiensi tersebut akan dialokasikan kembali untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Sukabumi.
“Efisiensi ini menunjukkan bahwa pengelolaan yang terintegrasi mampu menekan pemborosan anggaran. Sisa anggaran akan kami arahkan untuk pembangunan yang lebih prioritas,” cetusnya.
Untuk memperkuat implementasi program tersebut, Diskominfo juga menggelar lokakarya bertajuk Optimalisasi Manajemen Jaringan IT dan Securing Network untuk Mendukung Layanan Digital Pemerintah Daerah yang Terintegrasi, Transparan dan Aman di Kantor Diskominfo Kota Sukabumi.
“Melalui Layanan Internet Satu Pintu, Pemerintah Kota Sukabumi menargetkan terciptanya layanan digital yang lebih transparan, aman, dan responsif. Program ini diharapkan berjalan konsisten serta memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik,” tukasnya. (Bam)






