KOTA SUKABUMI

Dinkes Kota Sukabumi Punya Jurus Lebih Ampuh Atasi Penyakit DBD

×

Dinkes Kota Sukabumi Punya Jurus Lebih Ampuh Atasi Penyakit DBD

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi terus menggalakkan Gerakan 3M Plus. Upaya ini dinilai yang lebih baik untuk mengatasi permasalahan menahun, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD). Anjuran ini sekaligus sebagai bentuk respons atas kebiasaan yang kerap kali dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan cara pengasapan alias fogging.

Data yang diperoleh Radar Sukabumi, pada Januari 2026 menunjukkan tren yang cukup bagus untuk masalah DBD. Di Kota Sukabumi hanya ditemukan 54 kasus DBD tanpa satu pun kematian. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, ketika 1.017 kasus dengan satu kematian terjadi sepanjang 2025. “Ini penurunan yang cukup signifikan,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Denna Yuliavina.

Bank bjb Tandamata

Meski tren menurun, Denna mengingatkan anak-anak masih menjadi kelompok paling rentan. Karena itu, peran orang tua dan sekolah sangat penting. “Cara paling efektif dan murah adalah PSN melalui 3M Plus, dilakukan rutin seminggu sekali. Fogging itu upaya terakhir,” tegasnya.

Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik) terus diperkuat, bahkan merambah ke perkantoran. Dari 54 kasus yang tercatat, penyebaran terjadi di 33 kelurahan, dengan kasus tertinggi di Cisarua (7 kasus), disusul Karang Tengah dan Baros (6 kasus). Sebaliknya, 11 kelurahan berhasil mencatat nihil kasus.

Lebih menggembirakan lagi, Angka Bebas Jentik (ABJ) mencapai 97,4 persen pada Januari 2026, melampaui target nasional 95 persen. “Kami berharap tren positif ini terus bertahan dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” pungkas Denna.

Di balik angka statistik, ada cerita tentang kesadaran warga yang semakin tumbuh. Dari ember yang dikosongkan, bak mandi yang ditutup, hingga got yang dibersihkan, semua menjadi bagian dari perjuangan sederhana namun efektif melawan DBD.(***)