KOTA SUKABUMI

Dedi Mulyadi Minta Walikota Sukabumi Sering Turun ke Warga

×

Dedi Mulyadi Minta Walikota Sukabumi Sering Turun ke Warga

Sebarkan artikel ini
RAPAT: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengahdiri rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi dalam rangka Hari Jadi ke-111, Kamis (10/4).(FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)
RAPAT: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengahdiri rapat Paripurna DPRD Kota Sukabumi dalam rangka Hari Jadi ke-111, Kamis (10/4).(FT: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

“Dengan ketenangan itulah, pembangunan kota dapat berjalan lebih baik. Di masa depan, Kota Sukabumi diharapkan bisa menjadi tempat yang bersih, terang, dan penuh harapan,” ucapnya.

Ayep menambahkan, setelah damai terwujud maka masyarakat akan menjadi tertib dan hidup dalam harmoni. Ia mengutip pepatah Sunda “Ka cai jadi saleuwi, ka darat jadi salebak sebagai simbol persatuan dan kerukunan,” cetusnya.

Bank bjb Tandamata

Ia menggambarkan kondisi ideal masyarakat sebagai sebuah komunitas yang menjunjung tinggi nilai saling asah, asih, dan asuh. Nilai ini menurutnya perlu terus ditumbuhkan di tengah kehidupan modern. Ayep juga menyampaikan bahwa jika kondisi kota telah kokoh dan damai, maka Sukabumi bisa menjadi kota yang mandiri dan sejahtera. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). “PAD yang meningkat mencerminkan kemampuan kota dalam membiayai kebutuhan pembangunan secara mandiri. Kota yang mandiri adalah kota yang memiliki harga diri dan nilai,” bebernya.

Namun, Ayep membangun kota bukan hanya soal narasi besar. Ia menekankan pentingnya kerja nyata dan kolaborasi seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Gagasan Panca Waluya yang sering digaungkan KDM sangat relevan untuk diterapkan di Kota Sukabumi. Lima nilai dalam Panca Waluya yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. “Kelima nilai ini menjadi fondasi pembangunan manusia yang ideal, mencakup kesehatan, pendidikan, moral, dan ketangguhan sosial. Hal ini selaras dengan visi Kota Sukabumi,” imbuhnya.

Visi tersebut adalah mewujudkan masyarakat yang inovatif, mandiri, agamis, dan nasionalis. Menurut Ayep, Hari Jadi ke-111 menjadi momentum untuk merekatkan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan. “Angka 111 bisa dimaknai sebagai simbol kekompakan, kolaborasi, dan sinergitas seluruh pihak dalam membangun kota. Sukabumi harus bersatu sebagai sebuah keluarga besar,” pungkasnya. (bam/d)