SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan bahwa perang melawan stunting tidak cukup hanya dengan program, melainkan harus ditopang oleh data presisi. Pesan ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar DP2KPBP3A bersama Bappeda Kota Sukabumi, Rabu (3/12).
Rakor tersebut menjadi ajang konsolidasi bagi operator data stunting kecamatan, Puskesmas, hingga PLKB untuk memperbaiki kualitas data yang diunggah ke sistem monitoring Bina Bangda Kemendagri. “Evaluasi ini dilakukan karena data stunting tidak boleh lagi bersifat administratif semata, tetapi harus mencerminkan kondisi faktual di lapangan,” ujar Nenden Eviyanti, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Masyarakat Bappeda Kota Sukabumi.
Nenden menegaskan, rakor difokuskan pada penyamaan standar pengisian data dan penguatan integritas lintas sektor. “Data yang tidak akurat akan berujung pada kebijakan salah sasaran, sementara penanganan stunting membutuhkan intervensi tepat waktu dan tepat titik,” katanya.
Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menambahkan bahwa keberhasilan penurunan prevalensi stunting bukan hanya hasil kerja lapangan, tetapi juga akurasi setiap angka yang dilaporkan. “Kami meminta seluruh operator mengisi indikator kinerja secara lengkap dan jujur sesuai kondisi riil,” tegasnya.






