KOTA SUKABUMI

Dadan Butuh Uluran Tangan

×

Dadan Butuh Uluran Tangan

Sebarkan artikel ini

Sejak lahir sampai sekarang, Dadan hanya bisa makan bubur sereal. Kalau dibawa di Puskesmas, perawat diminta untuk diterapi, tapi kondisi biaya lagi-lagi tak memungkinkan. “Puskesmas menyarankan untuk diterapi, tapi kondisi tidak memungkinkan,” lirihnya.

Novi mengharapkan ada pihak yang terketuk hatinya mau membantu untuk kesembuhan Dadan. Dirinya juga mengharap alat bantu untuk keperluan Dadan. “Kami ini keluarga tidak mampu, saya mengharap Dadan seperti anak normal dan ingin alat bantu meringankan beban Dadan,” harapnya.

Bank bjb Tandamata

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Rita Nenny, mengaku baru mendengar terkait kondisi Dadang. Ia berjanji, akan melihat keadaan anak tersebut hari ini. “Data-data mengenai masyarakat seperti itu ada di Puskesmas wilayah setempat dan saya belum lihat,” ungkapnya.

Menurutnya, masalah akses kesehatan tergantung dari masyarakat sendiri. Yakni, harus memiliki BPJS Kesehatan sebagai jaminan. “Diharapkan semua masyarakat punya jaminan, dan itu merupakan akses untuk mendapatan jaminan kesehatan. Jadi, tidak semua masyarakat punya akses. Tapi bukan berarti menutup akses untuk masyarakat,” terangnya.

Biasanya, kata Rita, puskesmas melakukan kunjungan ke rumah untuk mendata. Tapi jika belum terdata karena masyarakat tidak mendatangi puskesmas, maka bukan kesalahan puskesmas. Karena masyarakat sudah diberikan BPJS. “Ya dengan program Indonesia Sehat sekarang ini, diharapkan semua masyarakat bisa diberikan pelayanan,” pungkasnya.

 

(cr17/t)