Ia menambahkan, pencegahan stunting tidak bisa hanya mengandalkan tenaga medis, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif kader di lapangan.
“Mereka mendampingi warga setiap hari, sehingga informasi dan edukasi bisa lebih cepat sampai,” katanya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari para peserta. Para kader menilai pembinaan tersebut memberi wawasan baru dan memperkuat semangat mereka dalam menjalankan tugas. “Harapannya, semakin banyak keluarga yang teredukasi soal pentingnya gizi anak dan pola hidup sehat, sehingga target penurunan stunting bisa tercapai,” pungkas salah satu kader.(bam/d)






