KOTA SUKABUMI

BPBD Kota Sukabumi Sebut 13 Jiwa Masih Ngungsi di Rumah Tesa

×

BPBD Kota Sukabumi Sebut 13 Jiwa Masih Ngungsi di Rumah Tesa

Sebarkan artikel ini
rumah Tesa, Nyomplong
Sejumlah korban bencana saat dievakuasi di rumah Tesa, Nyomplong RT2/3, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Minggu (11/12).

WARUDOYONG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menyebutkan, saat ini terdapat dua Kepala Keluarga (KK) dengan 13 jiwa yang menghuni tempat evakuasi sementara (Tesa) di Nyomplong RT2/3, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Minggu (11/12).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Imran Wardhani mengatakan, dua KK dengan 13 jiwa tersebut diantaranya, satu korban longsor warga Kelurahan Karangtengah RT3/7. Kecamatan Gunungpuyuh dan satu KK merupakan warga Lembursitu yang sudah cukup lama meninggali rumah Tesa.

Bank bjb Tandamata

“Para korban bencana ini dievakuasi karena rumahnya mengalami keruskaan sehingga tidak bisa ditinggali untuk sementara waktu,” kata Imran kepada Radar Sukabumi, Minggu (11/12).

Sejauh ini, lanjut Imran, BPBD Kora Sukabumi sudah memberikan bantuan baik sembako maupun bantuan lainnya untuk para korban khususnya yang tinggal di rumah Tesa. “Bantuan sudah kami berikan untuk para korban khususnya yang tinggal di rumah Tesa,” ujarnya.

Imran menerangkan, dalam Tesa ini sudah tersedia tujuh kamar, empat WC, ruang keluarga dan dapur sehingga mampu menampung sebanyak 14 jiwa. “Kami menyewa Tesa ini seharga Rp12 juta pertahun sejak 2020 lalu,” terangnya.

Menurutnya, keberadaan Tesa sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan bencana. Saat ini, bagi korban bencana yang kehilangan tempat tinggalnya bisa menyinggahi Tesa tersebut.

“Korban untuk sementara waktu bisa menempati Tesa. Ini sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan bencana,” cetusnya.

Imran menambahkan, dengan berbagai upaya yang dilakukan BPBD Kota Sukabumi agar bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan terlebih saat musim hujan ini.

“Kami tidak hentinya meminta agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bencana yang ada,” tutupnya. (cr4/t)