Yoseph menegaskan, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan proses belajar mengajar di pesantren. Dalam monitoring tersebut, BPBD menerjunkan tujuh personel untuk melakukan pengecekan titik rawan, dokumentasi lapangan, serta koordinasi dengan aparat kelurahan. Hasil monitoring akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi penanganan lanjutan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air. “Kami mengimbau warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air dan sungai. Upaya mitigasi tidak akan efektif tanpa kesadaran bersama,” pungkasnya.(bam/d)






