Karena keterbatasan ekonomi, lanjut Burhanudin, keluarga baru membawa anaknya ke rumah sakit setelah mendapatkan bantuan dari salah satu komunitas kemanusiaan dan sosial. “Ya, saat itu saudara saya melaporkan kondisi penyakit anak saya kepada Komunitas SKP dan Alhamdulillah saat ini sudah dibantu untuk pengobatannya. Bahkan sudah dilakukan operasi.
Tapi karena waktu pulang kerumah kondisi anak saya tidak mau minum susu dan gelisah sehingga kami memutuskan untuk kembali membawanya ke RSUD Syamsudin SH,” ujarnya.
Saat ini, sambung Burhanudi, anaknya masih mendapatkan perawatan di ruang bedah Teratai Merah RSUD Syamsudin SH. Untuk biaya pengobatan sendiri menggunakan BPJS Kesehatan.
“Alhamdulillah untuk perawatan di RS ditanggung pemerintah, Di rawat di sini sudah tiga hari barjalan, namun tentunya perlu biaya untuk kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Burhanudin menerangkan, kondisi ekonomi keluarga saat ini tidak stabil karena terdampak pandemi Covid-19. “Setiap hari saya berjualan jajanan anak-anak di sekolah dan penghasilan saya sekitar Rp100 ribu sampai Rp120 ribu perharinya. Tetapi, saat ini karena anak sekolah pada libur sehingga penghasilan berkurang. Karena itu, saya tidak bisa berbuat banyak untuk pengobatan anak saya,” pungkasnya. (*)






