Banyak hal positif yang dapat diambil dari teknologi ini. Lanjut Muraz, diantaranya menghemat waktu, menyederhanakan komunikasi dan membuatnya lebih dinamis. Namun, ada juga sisi negatifnya. Misalnya, pengguna menghadapi radiasi dari gadget dan membuat bergantung pada alat teknologi dan yang lainnya.
“Alat digital sudah merambah serta mendominasi seluruh kehidupan, khususnya generasi muda,”ujarnya.
Oleh karena itu, AYCI ini sangat penting untuk bertukar paham antara para pelajar se-Asean. “Sehingga mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuannya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Kota Sukabumi Ceng Mamad menuturkan, AYCI itu rencananya akan berlangsung selama lima hari. Sementara itu, kegiatan yang sudah ketiga kali terselenggara tersebut baru pertama kalinya digelar di Kota Sukabumi.
“Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ini,”katanya.
Seperti dapat membedah wawasan para pelajar juga bisa mengasah kemampuan peserta didik, untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.
“Karena para siswa yang hadir dari negara Asean,”imbuhnya.
Menurutnya, ketika para pelajar dapat bergaul dengan peserta didik dari luar daerah, tentunya bisa menjadi pembelajaran yang berharga bagi para pelajar itu sendiri. Tidak dipungkiri dari pesatnya perkembangan teknologi saat ini, tentunya harus dapat dimanfaatkan semua generasi muda. “Harus bisa membuat terobosan-terobosan demi kemajuan sekolah. Kami harap, dengan adanya kegiatan ini ke depan para pelajar dapat lebih baik lagi baik dalam akademis maupun non akademis,” tutupnya. (Cr16/d)



