SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – Himbauan pengurangan sampah plastik terus digencarkan Pemerintah Kota Sukabumi. Dimana, sampah yang sulit terurai tersebut mendominasi jenis sampah yang ada lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cikundul, Kecamatan Lembursitu. Apalagi, saat ini TPA Cikundul terus mengalami penyempitan, lantaran volume sampah yang terus bertambah atau mencapai 171 ton per hari. Dengan kondisi itu, akhir tahun 2019 ini, Kota Sukabumi diprediksi bakal mengalami darurat sampah. “TPA Sampah Cikundul usianya diprediksi sampai Desember 2019, sehingga masuk darurat sampah,” ujar Walikota Sukabumi Achmad Fahmi, belum lama ini.
Untuk itu, sebagai komitmen mengurangi penggunaan plastik, Pemkot Sukabumi akan meminta pengurangan minuman kemasan di setiap perkantoran dan menganjurkan untuk membawa alat minum tumbler. Langkah tersebut juga mulai dibiasakan ke sekolah-sekolah. “Ada beberapa dinas dan sebagaian masyarakat sudah menerapkannya,” aku Fahmi.
Ia menambahkan, upaya lainnya, Pemkot juga sudah menjalin MoU tempat olah sampah setempat (TOSS) dengan menggandeng PT Sentra Teknologi Terapan yang tidak lain merupakan perusahaan milik Yayasan Pendidikan dan Kesejahtetaraan PLN. “Hal itu dalam rangka mengurangi volume sampah ke TPA Sampah Cikundul yang usianya diprediksi sampai Desember 2019,”tambahnya.
Menurut dia, pekan depan akan ada bimbingan dan pendampingan pengurangan sampah ke TPA berbasiskan masyarakat. Gerakan ini bagian untuk mengurangi sampah. “Kita akan terus mencari alternatif maupun inovasi untuk pengolahan sampah ini,” akunya.
Seperti diketahui, lahan TPA Sampah Cikundul, Kecamatan Lembursitu diprediksi hanya bertahan menampung sampah hingga akhir November dan paling lama Desember 2019. Lahan TPA yang menyempit ini karena banyaknya produksi sampah yang mencapai sebanyak 171 ton per hari.
Tempat olah sampah setempat (TOSS) mampu mengurangi beban sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cikundul Kecamatan Lembursitu. Sehingga usia TPA Cikundul bisa lebih panjang dari prediksi saat ini. TOSS ungkap Fahmi akan melibatkan semua lapisan masyarakat, sebabnya program ini harus dilakukan secara massif agar berhasil. “Oleh karena itu MoU digagas oleh pemda dan minta dukungan dari Pemda Klungkung dan Indonesia Power untuk melakukan pendampingan dan kajian serta memberikan arahan terbaik dalam kerangka pengolahan sampah di Kota Sukabumi,” pungkasnya.
(why/upi/*/t)






