Dengan akumulasi minggu pertama 21 hektar, kedua 24 hektar, ketiga 34 hektar dan keempat 17 hektar. Di Kecamatan Lembursitu dengan jumlah 65 hektar, terjadi di minggu pertama sampai minggu keempat 26 hektar, 22 hektar, 17 hektar dan nol hektar.
Warudoyong dari mingggu pertama 17 hektar, kedua 17 hektar, ketiga 15 hektar dan keempat 30 hektar dengan jumlah 79 hektar. Citamiang dengan jumlah 16 hektar dari minggu pertama nol hektar, delapan hektar, delapan hektar dan keempat tidak ada yang panen.
Selanjutnya Gunungpuyuh 16 hektar, dari minggu pertama delapan hektar, kedua delapan hektar, ketiga dan keempat tidak ada yang panen. Sedangkan Cikole yang luas lahan pertaniannya sedikit mencapai 15 hektar yang terdiri dari minggu pertama delapan hektar dan kedua tujuh hektar.
“Biasanya panen serentak di Kota Sukabumi dilakukan per kecamatan, agar harga gabah tidak turun karena barang yang tidak terlalu banyak,”ulas Femmy.
Hanya sekarang ini panen serentak terjadi akibat musim kemarau. Sehingga banyak petani menanam padi serentak, meski berbeda kecamatan.
“Saat ini gabah hasil panen itu banyak untuk Kota Sukabumi, tetapi hambatanya ialah proses pengeringan gabah sebelum digiling,”ulasnya.
Lantaran cuaca yang terus diguyur hujan setiap harinya.
“Banyak para penggiling mengeluh, tetapi proses pengeringannya sulit sehingga menjadi hambatan dalam proses penggilingan,”imbuhnya.
Dirinya berharap dengan adanya panen serentak di Februari ini, tidak membuat harga gabah turun. “Agar petani tidak mengalami kerugian serta harga di beras kembali stabil,”pungkasnya. (Cr17/t)



