SUKABUMI– Puluhan didran di Kota Sukabumi, tidak berpungsi. Akibatnya, Pemadam Kebakaran (Damkar) harus bersikeras mencari sumber air dengan radius terdekat saat terjadi kebakaran.
Kasi Pencegahan Bidang Damkar dan Penyelamatan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Sukabumi, Hendar Iskandarsyah menjelaskan, saat ini terdapat 29 hidran yang tersebar di pusat Kota Sukabumi namun sudah bertahun-tahun semunya tidak dapat berfungsi.
“Dari 29 titik hidran eksisting itu tidak ada yang berfungsi. Dulu hanya di depan Mandiri (Jalan Sudirman) yang berfungsi, itu-itunya, sisanya nggak ada. Sekarang juga tidak berfungsi,” kata Hendar kepada wartawan, Minggu (9/7).
Lanjut Hendra, berdasarkan pernyataan National Fire Protection Assosciation (NFPA) sistem fire hidran merupakan sebuah fasilitas yang wajib diimplementasikan untuk bangunan publik seperti gedung, hotel, rumah sakit, pasar tradisional, maupun modern, pertokoan bahkan lingkungan komplek perumahan.
“Keberadaan hidran ini sangat berfungsi, mempercepat akses, misal ada hidran kota, kawasan pemukiman, dari pada unit damkar bolak-balik ngambil air mending pasang di hidran,” ujarnya.
Semisal, kejadian Pasar Pelita beberapa tahun silam di depan ada hidran tapi tidak berfungsi akhirnya damkar bulak-balik. “Kerugian semakin besar, api semakin besar karena menunggu mobil damkar lama tapi kalau ada hidran ya sudah mainkan itu air,” cetusnya.
Sebab itu, Damkar meminta pemerintah agar dapat reaktivasi hidran. Reaktivasi dan pembuatan hidran baru pun sudah dalam pembahasan.
“Kalau nggak salah kemarin sudah mendapatkan surat permohonan akan ada aktivasi hidran di Jalan Sudirman empat titik dan Jalan Veteran dua titik. Alhamdulillah itu titik awal hidran di kota berfungsi. Saya berharap di pedestrian yang sekarang ini menjadi percontohan, kalau ditotal jadi ada 35 hidran,” tutupnya. (bam)






