Waspada Penyakit HFMD

dr. Raka Suantadina
dr. Raka Suantadina dokter Internsip RSI Assyifa Sukabumi

Assalamu’alaikum masyarakat Sukabumi, bagaimana kabarnya?

Semoga kita semua selalu diberi kesehatan jasmani dan rohani. Saat ini mungkin kita tidak asing dengan penyakit “Flu Singapura”. Hand-foot-and-mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, dan mulut atau sering disebut sebagai penyakit “flu Singapura” merupakan penyakit infeksi virus akut yang paling sering disebabkan oleh coxsackievirus A16 (CVA 16) dan enterovirus 71 (EV71). HFMD paling sering mengenai anak-anak usia di bawah 10 tahun.

Bacaan Lainnya

Apa saja tanda dan gejala dari penyakit HMFD? HFMD biasanya ditandai dengan vesikel di telapak tangan, telapak kaki, dan mukosa oral, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sulit menelan. Demam dan sakit tenggorokan biasanya merupakan gejala yang pertama kali muncul. Karakteristik dari penyakit ini yang berupa lepuhan dan ruam pada kulit biasanya terjadi 1 atau 2 hari setelah mengalami demam.

Pada beberapa kasus ruam dapat berupa makulopapular tanpa vesikel atau lepuhan yang bisa timbul di bokong, lutut, ataupun siku.

Tidak semua orang yang terkena HFMD akan mengalami seluruh gejala ini. Pada kebanyakan orang dewasa malah seringkali tidak mengalami gejala sama sekali. Hanya saja, mereka masih dapat menularkan virus ini kepada orang lain. Gejala penyakit tangan, kaki, dan mulut biasanya mulai berkembang 3-7 hari setelah infeksi awal, yang disebut sebagai periode inkubasi. Infeksi yang disebabkan oleh HFMD biasanya ringan, tetapi gejala lebih berat dapat terjadi pada beberapa orang.

Lalu bagaimana penanganan pada penderita HFMD? HFMD bersifat self-limiting yang dapat sembuh dalam 7-10 hari. Pengobatan simptomatik dan dilakukan observasi tanda keterlibatan Sistem Saraf Pusat.

Dikarenakan kemungkinan adanya lesi didaerah mulut yang nyeri, maka penting untuk memperhatikan asupan cairan guna mencegah dehidrasi mengingat kejadian ini sering terjadi pada anak dibawah 10 tahun. Demam dapat diatasi dengan antipiretik. Nyeri dapat diobati dengan parasetamol atau ibuprofen. Antibiotik topikal atau oral dapat diberikan jika ada infeksi sekunder.

Komplikasi apa yang sering terjadi pada penyakit HMFD? Komplikasi penyakit tangan, kaki, dan mulut yang paling umum adalah dehidrasi.

Hal ini mungkin terjadi karena kondisi ini menyebabkan luka di mulut dan tenggorokan. Luka di area tersebut membuat pasien akan merasa sakit dan sulit menelan makanan atau minuman. Jika anak mengalami kondisi ini, orang tua harus memastikan anak sering menyesap cairan selama sakit. Jika pasien mengalami dehidrasi parah, pemberian cairan infus dan penanganan lanjutan mungkin diperlukan.

Bagaimana pencegahan penyakit HMFD? Belum ada vaksin atau antivirus yang diketahui efektif mengobati ataupun mencegah infeksi. Kebiasaan hidup bersih adalah cara terbaik untuk menghentikan penyebaran virus.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sering mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah mengganti popok dan dari toilet. Cuci mainan yang terkontaminasi liur, dan menutup mulut saat bersin dan batuk. Hindari kontak seperti mencium, memeluk, atau menggunakan bersama peralatan makanan penderita HFMD. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan