Pelaksanaan Ibadah Kurban di Tengah-tengah Pandemi Covid-19

Bismillahirrahmaanirrahim, Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Pembaca budiman, Sudah diketahui bersama bahwa wabah pandemi covid-19 yang berawal dari daerah Wuhan, China sejak akhir tahun 2019 M sampai sekarang sudah menyebar luas dan hampir mengenai seluruh Negara diseantero dunia sehinggaWHO pada tanggal 11 Maret 2020 M menyatakan bahwa wabah Covid-19 merupakan Pandemi (karena penularan virus dalam skala besar dan cepat) yang perlu sinergisitas dari seluruh negara dalam penanggulangannya (Allahul musta’aan, hanya kepada Allah ta’ala-lah kita meminta pertolongan).

Bacaan Lainnya

Dimasa pandemi ini, bukan saatnya menanyakan siapa yang salah dan menyerahkannya untuk bertanggung jawab ataupun cuek, acuh tak acuh terhadap kondisi real yang ada di depan mata…. Tidak mau tau, sampai menolak bahkan menggembosi orang – orang yang berniat untuk membantu dalam penanggulangannya.

Saat ini perlu melangkah bersama, mengikuti lembaga kesehatan dunia yang terus berfikir keras demi keselamatan dan kesehatan manusia.

WHO (World Health Organisation) sebagai lembaga kesehatan dunia telah mencanangkan langkah – langkah pengendalian dengan cepat, diantaranya untuk menghindari kerumunan, physical distance dan memakai masker.

Oleh karena itu, upaya penanggulangan tersebut perlu diberlakukan pada penerapan protokol kesehatan di berbagai aktifitas manusia semuanya baik pada situasi sosial, ekonomi maupun spiritual keagamaan.

Dalam kehidupan spiritual keagamaan khususnya umat Islam, saat ini sedang merayakan hari raya ‘Iedul Adha 1441 H. Hari yang penuh suka cita, hari raya yang umat Islam biasanya menjalankan sholat sunnah berjama’ah ‘Iedul Adha dan pengelolaan hewan kurban tanpa kekhawatiran, namun dalam kondisi pandemi Covid-19 yang belum terkendali ini perlu kiranya merasa penting sebagai ikhtiar dengan menerapkan protokol kesehatan sebagaimana yang sudah disarankan.

Dengan harapan, disertai tawakkal kepada Allah ta’ala agar ibadah kurban-pun (dimana kita berada) bisa dilaksanakan dengan nyaman dan terjauhkan dari dampak wabah Covid-19.

Pembaca, sebagai kesimpulan dalam tulisan singkat ini bahwa semuanya itu kecil dihadapan Allah Rabbul ‘aalamiin.

Sebesar apapun ujian yang Allah ta’ala berikan kepada kita, tentunya sesuai dengan kemampuan para Hamba-Nya. Perlunya hati yang lapang, berhusnudzan kepada Allah ta’ala akan akhir dari tugas makhluk-Nya.

Wabah Covid-19 bukan lah apa apa apabila dibandingkan ujian yang sangat berat nanti di akherat. Maka dari itu, Jiwa yang tenang bersama manisnya ilmu Islam dan iman merupakan imunitas tubuh yang tiada tara dalam menghadapi segala tantangan.

Demikian harapan, semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat bagi seluruh pembaca khususnya kaum muslimin dalam pelaksanaan ibadah kurban, aamiin. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan