Selain itu, faktor-faktor lain juga bisa mencetuskan terjadinya infeksi salran kencing melalui beberapa proses, seprti hubungan suami istri yang tidak benar atau terlalu sering sehingga menyebabkan iritasi pada alat kelamin sehingga mengganggu saluran pengeluaran kencing ketika proses pengosongan urin.
Berdasarkan gejalanya, infeksi saluran kecning dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu infeksi saluran kencing bagian bawah dan bagian atas. Infeksi saluran kencing bagian bawah merupakan infeksi yang terjadi pada organ kandung kemih (disebut sistitis) dan uretra. Gejala yang muncul dari infeksi pada organ tersebut adalah frekuensi buang air kencing yang lebih sering namun urin yang keluar sedikit-sedikit,nyeri atau perih disertai terasa panas saat buang air kecil, warna air kencing yang keruh atau disertai darah dan berbau tidak sedap.
Sedangkan infeksi saluran kencing bagian atas meliput orga ginjal dan ureter. Gejala yang muncul pada infeksi ini berupa, demam, menggigil, nyeri pinggang, mual, muntah.
Untuk mengatahui seseorang terjadi infeksi saluran kencing atau tidak harus dilakukan beberpa pemeriksaan, selain berdasarkan keluhan pada seseorang juga perlu dilakukan pemeriksaan air kencing dan darah. Jika sesorang sudah dipastikan mengalami infeksi saluran kencing, makan perlu dilakukan pengobatan secara tepat dan benar. Sehingga tidak bisa seseorang mengobatinya dengan membeli obat sendiri di apotek, perlu dilakukan konsultasi dengan dokter dan mendapatkan penjelasan untuk proses pengobatan dan pencegahannya sehingga tidak terjadi infeksi berulang kedepannya.
Mari kita biasakan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi ari putih (air mineral) minimal 2 liter/hari, jangan dibiasakan menahan air kencing, serta menjaga kebersihan alat kelamin demi menghindari terjadinya infeksi saluran kencing. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai kesehatan diri kita. Salam Semakin Sehat, Dari Kami Keluarga Besar RS Betha Medika





