Ayo Berantas Penyakit DBD dengan PSN!

Muhammad Aditya A J
Muhammad Aditya A J (dokter internship RSI Assyifa Sukabumi)

Assalamualaikum masyarakat sukabumi, Bagaimana kabarnya hari ini?

Semoga baik dan selalu diberi kesehatan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Kawan-kawan sekalian, kesehatan lingkungan adalah sebuah upaya yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan kesehatan lingkungan masyarakat yang berkualitas dan sehat, baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial, sehingga memungkinkan setiap orang mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.

Bacaan Lainnya

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi salah satu prioritas nasional pengendalian penyakit menular di Indonesia. Saat ini di bulan Januari 2022 sudah ada 39 warga Kota Sukabumi yang terjangkit DBD, bahkan jika dibandingkan dengan Desember 2021 peningkatannya cukup drastic.

Oleh karena itu maka dilakukan suatu kegiatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). kegiatan PSN tersebut bertujuan untuk memantau teknis pelaksanaan kegiatan PSN. Dalam kegiatan PSN tersebut indikator keberhasilannya adalah Angka Bebas Jentik (ABJ). Apabila ABJ lebih atau sama dengan 95 persen diharapkan penularan DBD dapat dicegah atau dikurangi.

Sebagai tenaga promotor kesehatan kita dapat melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan cara melakukan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan 3M Plus Secara rutin, pembagian bubuk abate dan dilakukannya fogging Selain itu kita dapat melakukan edukasi pencegahan melalui media pemasangan poster di tempat umum mengenai penyakit DBD serta pencegahannya.

Untuk itu marilah kita lakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk dengan Selalu menerapkan 3M+Plus (Menguras,Menutup Dan Mengubur) secara rutin dirumah masing-masing ataupun di lingkungan sekitar agar kita terhindar dari penyakit demam berdarah (DBD).

PSN adalah sebuah gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan 3M Plus yang terdiri dari, pertama, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain.

Kedua, Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Ketiga memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk yang menularkan demam berdarah.

Adapun plus nya yaitu kegiatan pencegahan DBD lainnya, seperti, menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan bubuk abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah dan menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain- lain. (*)

Pos terkait