Seperti daerah Kecamatan Warungkiara yang selalu dijadikan tempat latihan prajurit Yonif 310. “Kegiatan ini merupakan salah satu wujud balas budi kami kepada masyarakat karena telah memberikan izin untuk melakukan latihan di sana,” paparnya.
Setelah melakukan donor darah tersebut, ujar Ageng, labu darah akan diberikan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi. “Semoga darah yang sudah kami kumpulkan ini dapat membantu masyarakat yang membutuhkannya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pada puncak kegiatan syukuran HUT Batalyon Infanteri Yonif 310 KK yang rencananya akan diselenggarakan pada 2 Februari 2019 mendatang, dapat berlangsung secara meriah dan sukses.
“Semoga dengan kegiatan ini, masyarakat bisa mempunyai rasa memiliki bahwa TNI merupakan bagian dari masyarakat yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga terjadi komunikasi yang baik dan saling menghormati satu sama lain,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang warga Kampung Selamuncang, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Junaedi (28) mengatakan, pihaknya mengaku mengetahui adanya khitanan massal ini, dari petugas Desa Ubrug. “Setelah itu, saya langsung daftar dan mengikuti khitanan massal ke Yonif 310 KK untuk anak saya yang berusia 5 tahun,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh keluarga besar Batalyon Infanteri Yonif 310/KK yang sudah menyelenggarakan kegiatan sosial bagi warga tidak mampu.






