KABUPATEN SUKABUMI

Warungkiara Terima 39 Rutilahu

×

Warungkiara Terima 39 Rutilahu

Sebarkan artikel ini
TIDAK LAYAK HUNI: Salah satu Rutilahu di Kecamatan Warungkiara yang rencananya akan mendapatkan bantuan pada tahun ini.

WARUNGKIARA, RADARSUKABUMI.com – Tahun ini, 39 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kecamatan Warungkiara bakal diperbaiki. Sumber anggaran dari APBD Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Sosial.

Informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, di kecamatan yang dipimpin Asep Suhenda ini terdapat 600 Rutilahu, tersebar di 12 desa. Bantuan yang didapatkan untuk Rutilahu tahun ini lebih sedikit, kika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bank bjb Tandamata

“Tahun kemarin kami mendapatkan kuota Rutilahu sebanyak 58 unit, namun tahun ini turun menjadi 39,” ujar Kasi Sosial dan Budaya (Sosbud) Kecamatan Warungkiara, Samsidin kepada Radar Sukabumi, kemarin (20/8).

Samsidin menjelaskan, 39 unit Rutilahu ini, masing-masing desa mendapatkan kuota paling sedikit tiga unit. Adapun besaran anggarannya yakni sebesar Rp10 juta perunit.

“Bantuan Rutilahu sekarang ini merata setiap penerimanya, beda dengan sebelumnya yang jumlahnya variasi, dari Rp7 juta sampai Rp15 juta tergantung kerusakan,” tuturnya.

Setiap tahun, sambung Samsidin, pihaknya selalu mengajukan bantuan pembangunan Rutilahu kepada pemerintah Kabupaten Sukabumi. Namun dari semua yang diajukan, tidak bisa dilakukan perbaikan secara serentak, karena keterbatasan anggaran yang diterima.

“Kami selalu mengajukan. Namun yang diprioritaskan adalah rumah yang memang kondisinya sudah rusak parah,” tandasnya.

Adapun kendala yang kerap ditemui saat hendak memberikan bantuan, salah satunya adalah warga tidak memiliki tempat. Karena secara aturan, bantuan Rutilahu hanya diberikan apabila calon penerima memiliki tempat sendiri.

“Kalau pun ikut di tempat orang, bantuan bisa diberikan dengan syarat harus ada surat hibah yang diberikan pemilik kepada yang bersangkutan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang Kampung Pasir Jami, RT 1/7, Desa Bojongkerta, Een (71) berharap, pemerintah bisa segera mencairkan bantuan Rutilahu itu karena rumah yang ditempatinya saat ini sudah hampir ambruk. “Mudah-mudahan secepatnya bantuan itu terealisasi karena khawatir ambruk,” singkatnya.

 

(bam/d)