Kondisi tanda vital Abi saat ini masih stabil. Ia juga masih aktif, meski terbatas akibat patah tulang yang dialami. Berkat ketelatenan ibunya, Abi masih bisa melakukan beberapa aktivitas ringan seperti ke kamar mandi secara mandiri.
Penyakit yang diderita Abi tergolong langka dan bersifat genetik, bukan disebabkan oleh makanan atau pola hidup. Sejak bayi, perkembangan Abi terbilang normal bahkan sempat bisa berjalan di usia 1,5 tahun. Namun seiring waktu, gejala kerapuhan tulang mulai tampak.
“Pengobatan osteogenesis imperfecta bisa dilakukan di dalam negeri, termasuk tes genetik, namun tetap memerlukan proses dan dukungan biaya yang tidak sedikit,” pungkasnya. (den/d)





