KABUPATEN SUKABUMI

Warga Sukaraja Sukabumi Derita Penyakit Langka

×

Warga Sukaraja Sukabumi Derita Penyakit Langka

Sebarkan artikel ini
DICEK : Petugas Puskesmas Sukaraja, saat memeriksa kesehatan Muhammad Abi Rahman Saputra (19), pemuda asal Kampung Sayang, RT 02/RW 01, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang menderita penyakit langka osteogenesis imperfecta atau kerapuhan tulang. (FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)
DICEK : Petugas Puskesmas Sukaraja, saat memeriksa kesehatan Muhammad Abi Rahman Saputra (19), pemuda asal Kampung Sayang, RT 02/RW 01, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang menderita penyakit langka osteogenesis imperfecta atau kerapuhan tulang. (FOTO : DENDI/RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Kondisi kesehatan Muhammad Abi Rahman Saputra (19), pemuda asal Kampung Sayang, RT 02/RW 01, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, yang menderita penyakit langka osteogenesis imperfecta (kerapuhan tulang), menyita perhatian berbagai pihak.

Kali ini, tim dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukaraja pun turun langsung ke kediaman Abi untuk memeriksa kondisi kesehatannya secara menyeluruh.

Bank bjb Tandamata

Akibat penyakit tersebut, Abi telah empat tahun tidak bisa berjalan. Saat ini, tubuhnya hanya terbaring di tempat tidur karena mengalami pembengkakan di bagian paha hingga punggung, terutama pada kaki kanan. Kondisi ini membuatnya terpaksa menghentikan pendidikan sejak duduk di bangku kelas III SMP PGRI Sukaraja, bahkan tiga bulan sebelum kelulusan.

Dokter Puskesmas Sukaraja, dr. Imam Fauzi Jamal kepada Radar Sukabumi menjelaskan, bahwa pihaknya mendapatkan informasi terkait seorang warga yang kesulitan mobilisasi akibat kondisi kesehatan yang serius. Setelah ditelusuri, tim medis melakukan kunjungan dan pemeriksaan terhadap Abi.

“Dari hasil pemeriksaan, ternyata sejak usia dua tahun sudah muncul tanda-tanda kerapuhan tulang. Orang tua Abi juga sudah berupaya melakukan penanganan medis maupun non-medis sesuai anjuran dokter,” kata dr. Imam kepada Radar Sukabumi pada Kamis (01/05).

Abi sempat mengalami kecelakaan pada usia 15 tahun yang menyebabkan patah tulang di bagian ekor dan paha. Saat itu, ia sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Syamsudin SH Kota Sukabumi dan kemudian dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. 

“Iya, itu sudah lengkap, karena berbagai pemeriksaan telah dilakukan, mulai dari rontgen, USG tulang, laboratorium, CT scan hingga MRI, yang mengkonfirmasi adanya penurunan kepadatan tulang yang tidak sesuai dengan usianya,” paparnya.

Abi juga sempat dirujuk ke RSMC Jakarta dan ditawarkan untuk menjalani operasi. Namun, tindakan medis tersebut memerlukan kondisi tubuh yang stabil dan pemadatan tulang terlebih dahulu agar alat medis bisa ditempelkan. Karena proses persiapan cukup panjang dan kondisi fisik Abi yang belum stabil, ia akhirnya dipulangkan untuk perawatan di rumah.

“Kami akan berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk yayasan sosial, untuk membantu proses pengobatan Abi. Yang penting tetap semangat, baik dari pasien maupun keluarga. Saat ini fokus utama adalah pemadatan tulang sebagai tahap awal sebelum tindakan lanjutan,” tambah dr. Imam.