KABUPATEN SUKABUMI

Warga Pertanyakan Bantuan KKS

CISAAT, RADARSUKABUMI.com – Honi (77), warga Kampung Selaawi, Desa Cisaat, Kecamatan Cisaat mempertanyakan bantuan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang digulirkan pemerintah pusat. Karena sudah lebih dua tahun, pria berusia senja itu tidak pernah lagi menerima manfaatnya.

Honi yang tercatat sebagai warga RT 03/01 ini mengaku, sebelum menerima KKS, ia adalah salah satu warga yang masuk dalam penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT), Raskin dan bantuan lainnya. “Saya dulu pernah menerima bantuan uang sebesar Rp 300 ribu sebanyak tiga kali, Raskin pun rutin menerima, tapi kenapa setelah kartu KKS ini ada malah tidak lagi mendapatkan bantuan. Lalu apa kegunaan kartu ini,” ujar Honi kepada Radar Sukabumi, kemarin (4/7).

Waktu ramai pencairan dana KKS di desa, lanjut Honi, ia sempat ikut mendatangi kantor Desa Cisaat. Sayangnya, dalam database petugas pencairan, namanya tidak ada. “Nama saya tidak terdaftar sebagai penerima bantuan kata orang desa. Padahal saya punya KKS ini,” keluh bapa enam anak ini. “Karena tidak ada kejelasan lagi, akhirnya saya tidak menanyakan kembali. Saya orang awam hanya bisa pasrah saja. Ya, saya berharap mudah-mudahan ke depannya kembali ada bantuan,” harapnya.

Di tempat terpisah, Ketua RT 3, Wawan Rudiana (44) membenarkan Honi sudah lama tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Selama saya menjadi ketua RT, memang Pak Honi belum pernah mendapatkan bantuan. Meski ketika pendataan semua warga yang dianggap kurang mampu semuanya dimasukan dalam data,” ulasnya.

Ketika dihubungi Radar Sukabumi, Kepala Desa Cisaat, Nurdin Saprudin menjelaskan, penerima bantuan KKS sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Dalam konteks ini, desa hanya mengusulkan warga miskin untuk program KKS namun tidak memiliki kapasitas untuk menentukan. “Dalam database desa Pak Honi ini masuk, tapi kan yang menentukannya pemerintah pusat. Jadi soal Pak Honi menerima bantuan atau tidak, itu keputusannya dari pusat,” timpalnya.
Selain Honi, Nurdin juga mengaku telah mengajukan warga miskin lainnya yang ada di Desa Cisaat untuk program tersebut. Namun lagi-lagi ia menyebutkan, penentuan warga yang mendapat program ini adalah pemerintah pusat, bukan pemerintah desa. “Semua warga miskin sudah kami daftarkan secara online, namun untuk saat ini baru 214 kepala keluarga yang menerimanya,” tandasnya. (bam/d)

loading...

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button