Warga Parungkuda Sukabumi, Waspadai Potensi Bencana

Camat Parungkuda Deden Sumpena
Camat Parungkuda Deden Sumpena

SUKABUMI – Camat Parungkuda Deden Sumpena menghimbau kepada seluruh warga yang ada di wilayahnya agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem seperti saat ini. Menurutnya, bencana alam berpotensi terjadi sehingga diperlukan upaya agar terhindar.

“Warga Kecamatan Parungkuda harus mewaspadai bencana longsor dan banjir serta pohon tumbang pada saat intensitas curah hujan tinggi,” kata Deden pada Kamis (17/03).

Bacaan Lainnya

Menurut Deden, hampir semua wilayah di Kecamatan Parungkuda memiliki tingkat kerawanan untuk bencana longsor. Selain itu, terdapat beberapa daerah tertentu. Seperti daerah Langensari dan daerah yang lainnya yang berpotensi terdampak bencana banjir. Khususnya ketika di daerah Kecamatan Cicurug terjadi luapan dari sungai saat terjadi intesitas tinggi.

“Ini juga perlu diwaspadai, karena biasanya banjir itu selain akibat hujan dengan intensitas tinggi juga karena saluran drainasenya rusak maupun terhambat olah tumpukan sampah,” paparnya.

Untuk mengantisipasi korban bencana maupun kerugiaan materil, Pemerintah Kecamatan Jampangtengah terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh desa dan warganya. Mulai dari TNI Polri beserta relawan kebencanaan seperti Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kecamatan Parungkuda dan lainnya.

“Kami terus mengedukasi warga agar siaga menghadapi potensi bencana di tengah cuaca ekstrem,” imbuhnya.

Selain itu, untuk meminimalisir terjadinya kemungkinan pohon tumbang, dirinya juga menyarankan kepada masyarakat Kecamatan Parungkuda agar dapat memangkas ranting-ranting pohon di sekitar pekarangan rumah.

“Kita harus mewaspadai apabila terjadi angin kencang, sewaktu-waktu ranting atau pohon-pohon bisa tumbang sehingga membahayakan keselamatan,” timpalnya.

Selain menyarankan hal tersebut, Deden juga berharap warga melakukan peremajaan pohon untuk mengantisipasi banjir akibat intensitas curah hujan yang tinggi. Masyarakat juga diminta agar giat membersihkan saluran air atau selokan di pekarangan rumahnya masing-masing.

“Bencana itu, tidak dapat diprediksi kapan akan terjadinya. Namun, kita harus bisa melakukan pencegahannya. Iya, minimal untuk meminimalisir terjadinya resiko bencana alam itu,” pungkasnya. (den/d)

Pos terkait