SUKABUMI – Aktivitas proyek Cut And Fill atau peretaan tanah untuk pembangunan Jalur Baru Lingar Utara Kabupaten Sukabumi, menuai protes warga Kecamatan Kadudampit.
Ini terjadi lantaran limbah berupa tanah dari kegiatan Cut And Fill itu, telah dibuang ke lokasi Lapang Sepak Bola Cijagung, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Dalam menyampaikan bentuk kekesalannya, puluhan warga Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, telah menanam jagung, pisang, talas dan singkong di Lapang Cijagung.
Koordinator Aksi Kadudampit Peduli Lapang Cijagung, Kris Dwi Purnomo kepada Radar Sukabumi mengatakan, aksi tanam ribuan bibit pohon itu, merupakan bentuk sindiran warga kepada pihak kontraktor Jalan Jalur Lingkar Utara.
“Iya, karena Lapang Cijagung tidak bisa digunakan karena menjadi tempat pembuangan tanah dari aktivitas Cut And Fill,” kata Kris kepada Radar Sukabumi pada Jumat (14/07).
Pihaknya juga mengaku geram terhadap sikap proyek pembangunan Jalan Baru Lingkar Utara. Karena, Lapang Cijagung yang merupakan satu-satunya fasilitas umum di wilayah Kecamatan Kadudampit, rusak setelah pihak pengembang dari proyek pembangunan Jalan Lingkar Utara, membuang tanah ke lokasi lapang. Bahkan, pada beberapa waktu terakhir Tembok Penahan Tanah (TPT) Lapang Cijagung, ambruk setelah tergerus longsor dan material longsorannya menimbun tujuh rumah penduduk yang lokasinya berada di bawah lapangan Cijagung.
“Biasanya, setiap sore warga Kecamatan Kadudampit itu, sering menggunakan lapang Cijagung untuk kegiatan olahraga. Namun, setelah digunakan untuk menampung tanah dari aktivitas Cut And Fill itu, kondisi lapang menjadi rusak, karena banyak tumpukan tanah yang tidak dirapihkan. Iya, ini seolah lapangan Cijagung itu dirampas oleh pihak pengembang. Makanya, daripada terbengkalai kami tanami jagung, talas, tebu, pisang dan singkong sebanyak 3.500 bibit,” tandasnya.
Pihaknya juga mengaku sangat kecewa terhadap sikap kontraktor. Lantaran, pihak pengembang hingga saat ini belum pernah melakukan koordinasi kepada Komite Olahraga Kecamatan (KOK) Kadudampit, terkait penggunaan lapang Cijagung yang digunakan sebagai tempat pembuangan limbah tanah dari aktivitas Cut And Fill.
“Saya kan menjabat sebagai Ketua KOK Kadudampit. Nah, hingga sekarang pihak pengembang itu belum melakukan koordinasi. Padahal, lapang Cijagung itu sangat dibutuhkan warga,” imbuhnya
Untuk itu, ia bersama warga Kecamatan Kadudampit mendesak kepada pihak kontraktor agar dapat segera mengembalikan lapang Cijagung sebagaimana fungsinya. Terlebih, dari tahun ke tahun lapang tersebut digunakan untuk lokasi upacara Kemerdekaan 17 Agustus.






