KABUPATEN SUKABUMI

Warga Kadudampit Sukabumi Hijaukan Lapang Cijagung, Tanam Ribuan Bibit Pohon

×

Warga Kadudampit Sukabumi Hijaukan Lapang Cijagung, Tanam Ribuan Bibit Pohon

Sebarkan artikel ini
Lapang Cijagung Kadudampit Sukabumi
Warga saat menanam ribuan bibit pohon di Lapang Cijagung, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit pada Jumat (14/07).

“Nah, kalau kondisi lapang belum diperbaiki, nanti tanggal 17 Agustus upacara kemerdekaan mau dimana. Masyarakat Kadudampit yang notabenenya dari berapa puluh ribu (data BPS 57.300) mau di mana mengadakan upacaranya,” tukasnya.

Pihaknya juga mengancam, apabila pihak kontraktor tidak segera melakukan perbaikan lapang Cijagung. Maka, ia bersama warga lainnya akan menempuh jalur hukum. “Iya, masyarakat disini rencananya akan menempuh jalur hukum, jika pihak pengembang tidak mengembalikan fungsi lapang. Karena ini, fasilitas umum sesuai dengan perundang-undangannya,” tandasnya.

Bank bjb Tandamata

Menanggapi hal tersebut, Camat Kadudampit, Yanti Budiningsih menngatakan, aksi penanaman ribuan bibit pohon di Lapang Cijagung ini, merupakan bentuk kekecewaan warga Kecamatan Kadudampit, akibat pembuangan tanah dari aktivitas pembangunan Jalur Baru Lingkar Utara.

“Iya, jalan ini kan nantinya akan menghubungkan anatara wilayah Kecamatan Kadudampit, Sukabumi, Sukaraja hingga sampai Kecamatan Sukaralang. Jadi, saya kira ini wajar ketika masyarakat merasa kecewa karena selama 1 tahun mereka terhambat aktivitasnya, biasanya aktivitas olahraga, ekonomi juga semua terhenti akibat ini,” katanya.

Pihaknya mengaku, sudah berulang kali menyampaikan protesan warganya kepada pihak kontraktor. Bahkan, persoalan tersebut sempat dibahas di mulai tingkat Kecamatan Kadudampit hingga tingkat Kabupaten Sukabumi. Namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.

“Iya, sudah berkali-kali kami memfasilitasi persoalan ini. Nah, kita juga tidak bisa apa-apa karena ini sudah menjadi tanggung jawab pihak pemborong. Jadi pemerintah daerah tidak bisa intervensi lagi, kita masih menunggu realisasi dari janjinya, untuk memperbaiki Lapang Cijagung,” bebernya.

Sewaktu melakukan koordinasi, sambung Yanti, pihak kontraktor mengaku kepada petugas Kecamatan Kadudampit, bahwa mereka terkendala cuaca atau curah hujan yang tinggi untuk memperbaiki lapangan tersebut.

Menurutnya, curah hujan yang tinggi mempersulit alat berat untuk mengevakuasi tumpukan tanah. “Jadi, sebenarnya pemerintah daerah, sudah berungkali menegur pihak pengembang. Namun, hingga sekarang masih seperti ini kondisi lapangnya,” pungkasnya. (Den)