“Kayanya korban itu, lagi nyuci. Karena, almarhum itu semasa hidupnya memiliki penyakit ayan atau epilepsi. Jadi, kata warga disana, kalau korban liat air dan minyak penyakitnya itu, suka jadi atau kumat. Nah, di sebelah utara di MCK RT 11, korban ini hanyut sampai MCK RT 10,” paparnya.
Kapolsek Cisaat, Polres Sukabumi, Kompol Deden Sulaeman mengatakan, pihaknya membenarkan terkait adanya penemuan sesosok mayat yang ditemukan tewas di selokan tersebut. ” Setelah mendapatkan informasi itu, petugas kami langsung bergegas ke lokasi kejadian,” jelasnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal di TKP oleh Tim Inafis Polres Sukabumi Kota dan Polsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, bahwa tidak ditemukan bekas tanda-tanda kekerasan pada mayat tersebut.
“Menurut keterangan dari saksi dan warga sekitar, bahwa korban mempunyai riwayat penyakit ayan atau epilepsi,” bebernya.
Ia menambahkan, mayat diperkirakan baru meninggal sekitar setengah jam sebelum ditemukan oleh warga sekitar.
“Selanjutnya mayat diserahkan kepada keluarga untuk dikebumikan. Karena pihak keluarga korban menolak untuk dilakukannya pemeriksaan autopsi,” pungkasnya. (den/d)






