Bukan tanpa alasan tentunya, hal itu karena uang sewa rumahnya cukup menjanjikan dan terbukti bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat setempat.
“Abah bangun rumah di tengah-tengah home stay ini, padahal dulunya hanya gudang perabotan saja. Ini lantaran tamu setiap hari datang terus, dan itu Alhamdulilah membuat kami tidak harus jauh-jauh mengais rezeki,” ungkapnya.
Dari satu rumah yang sengaja didesain dengan rata-rata memiliki kamar tiga hingga empat ini, Sueb yang sebelumnya berprofesi sebagai tukang kayu ini bisa meraup uang satu juta rupiah setiap kali wisatawan menginap dalam satu malamnya.
“Abah dulunya punya rumah satu, semakin ke sini uang yang dihasilkan dari sewa sudah bisa membangun tiga rumah dan seluruhnya juga di bikin home stay. Jadi, kurang lebih jika tiga rumah penuh dalam hari bisa meraup hingga Rp3 juta,” bebernya.
Sementara itu, Hermawan (27), salah seorang wisatawan lokal memilih home stay yang bersusanakan perkampungan ini bukan tanpa alasan.
Selain murah jika dibandingkan dengan penginapan di pinggir pantai, dirinya bisa sekaligus merasakan suasana perkampungan di Geopark Ciletuh.





