KABUPATEN SUKABUMI

Warga Cikembar Sukabumi Dapat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis 

×

Warga Cikembar Sukabumi Dapat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis 

Sebarkan artikel ini
Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggalakkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Kali ini, giliran warga Cikembar
Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kp. Babakan Baru, Desa Bojongkembar.

SUKABUMI — Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) terus menggalakkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah. Kali ini, giliran warga Cikembar yang mendapatkan sosialisasi program MBG pada Senin, 24 Februari 2025, bertempat di Kp. Babakan Baru, Desa Bojongkembar. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang merupakan warga setempat.

Program MBG, yang resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025, bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat, terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi. Sosialisasi di Cikembar dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin; Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi; serta perwakilan dari Badan Gizi Nasional, Dedi Supriadi.

Bank bjb Tandamata

Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, menyampaikan bahwa masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program MBG di Kecamatan Bojongkembar. “Di Bojongkembar, penerima manfaat MBG masih terbatas. Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur MBG secara bertahap, dengan tahap awal sebanyak 5.000 dapur pada tahun 2025 sesuai arahan Presiden Prabowo,” ujar Zainul Munasichin.

Program ini didukung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang bertanggung jawab mengelola pembuatan hingga pendistribusian makanan bergizi kepada penerima manfaat. Dapur MBG yang dikelola SPPG dirancang untuk memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan guna menjamin kualitas gizi yang disalurkan.

Perwakilan Badan Gizi Nasional, Dedi Supriadi, menambahkan bahwa pendistribusian MBG masih belum merata di seluruh wilayah karena pembangunan SPPG membutuhkan persyaratan tertentu dari calon mitra atau yayasan. “Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap higienis dan aman,” jelasnya.

Selain meningkatkan gizi masyarakat, program MBG juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Badan Gizi Nasional bekerja sama dengan petani, peternak, dan nelayan setempat untuk memasok bahan baku makanan bagi SPPG. Kepala desa diharapkan dapat mengoordinasikan para petani dan pemasok bahan pangan melalui BUMDes dan koperasi untuk mendukung keberlanjutan program ini.

“Dapur MBG atau SPPG diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga sekitar, terutama melalui pemberdayaan masyarakat lokal,” tambah Dedi Supriadi.