CIKEMBAR— Ketiadaan lahan untuk tempat penyimpanan sampah sementara mengakibatkan timbunan sampah berserakan di pinggiran Jalan Raya Babakan – Cieumbe, tepatnya di Kampung Cibatu Girang, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Rabu (4/7).
Bahkan, ironisnya kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Tampak dari pijalan tumpukan sampah jenis plastik, tang yang sulit didaur ulang masih berserakan di pinggiran jalan yang berstatus jalan kabupaten tersebut. Tak nampak petugas kebersihan satu pun yang memungut dan mengambil sampah-sampah yang berada di pinggir jalan raya tersebut.
Seorang supir Angkutan Perkotaan (Angkut) trayek 18 Babakan – Cieumbe, Solihin (45) menjelaskan, bahwa keberadaan sampah yang sudah menggunung serta berbau busuk ini, sudah lama terjadi di wilayah tersebut. Sehingga, keberadaan gunungan sampah itu, dapat mencemari lingkungan sekitar. Lantaran, sampah tersebut dibuang oleh tangan-tangan oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab.
Kendati demikian, karena tidak ada bak sampah atau menampungan sampah yang di sediakan oleh pemerintah. “Sudah lama sampah itu menumpuk, bak gunung buatan yang berserakan kepinggir jalan. Bahkan, kondisinya hingga membusuk dan mengeluarkan baun menyengat,” jelas Solihin keda Radar Sukabumi, Rabu (4/7).
Keadaan ini, ujar Solihin, akibat dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Entah masyarakat di wilayah sini atau oleh masyarakat kampung sebelah. Lantaran, tidak ada yang sedang kedapatan masyarakat yang membuang sampah kewilayah ini pada siang hari.
“Saya kurang begitu mengetahui sampah yang menumpuk di wilayah ini dibuang oleh masyarakat kampung mana. Tapi, intinya oknum masyarakat itu adalah orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” bebernya. Para pengguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat, sambung Solihin, merasa terganggu dengan kebaraadan tumpukan sampah yang di penuhi dengan lalat tersebut. “Setipa warga maupun penumpang, jika melintasi jelan ini, pasti akan menutup hidungnya karena bau,” paparnya.



